| Rabu, 17 Nopember 2004 | BANYUMAS |
Tebing Jalur Wisata LongsorBATURRADEN - Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Banyumas. Kali ini sebuah tebing di tepi jalan jalur wisata ke Telaga Sunyi Baturraden dan kawasan vila-vila dan Hotel Queen Qarden longsor akibat tergerus arus aliran air yang mengalir di samping tebing. Longsoran semakin parah dua hari lalu. Namun tanda-tanda bakal terjadi pergerakan tanah sudah terasa sejak Sabtu (13/11) H-1 Lebaran. Kalau hujan terus turun dikawatirkan longsoran akan bertambah parah. Tebing yang longsor tepatnya sekitar tikungan jembatan Sungai Kali Pelus, 500 meter sebelum hotel Qoeen Qarden dari arah Baturraden dan Wanawisata. Longsoran tebing di sebelah kiri jalan dari arah Baturraden. Tinggi tebing dari permukaan jalan sekitar 20 meter. Akibat bencana tersebut lalulintas ke jalur Telaga Sunyi dan ke arah Sumbang lewat Limpakuwus terhambat maupun ke perumahan Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) sapi perah. Jalur ini juga sebagai jalur alternatif atau jalan tembus menuju kawasan wisata Baturraden dari arah Sumbang, Kembaran maupun Purbalingga lewat Padamara. Ketua Tim Satuan Pelaksana Pananggulangan Bencana dan Pengungsi Kabupaten (Satlak PBP) Kabupaten Suyatno SSos MHum dan Kepala Dinas Bina Marga Hardjanto Budiman secara terpisah mengakui hal itu. Menurut Suyatno, akibat longsoran tersebut tidak sampai mengganggu arus lalulintas menuju objek utama wisata di kawasan Baturraden yakni Lokawisata dan Wanawisata serta Pancuran Tujuh. ''Kami sudah melakukan penanganan darurat dengan menumpuk karung berisi pasir dan tanah di tebing yang tergerus air. Itu untuk penahan agar tebingnya tidak longsor terus. Tanah yang menutup badan jalan juga sudah disingkirkan,'' ujarnya. Sedangkan menurut Hardjanto, setelah mendapat laporan bencana, pihaknya langsung mengerahkan petugas untuk melakukan penanganan. Tebing yang tergerus langsung ditutup dengan karung berisi tanah. ''Kalau ditangani secara permanen tebingnya harus di tembok. Ini sifatnya sementara. Yang penting longsoran tidak bertambah,'' ujar Handjanto. (G22-76) |