SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Kamis, 11 Nopember 2004

-- Jika demikian halnya, sulitlah disebut DPR mewakili rakyat! Perilaku orang-orang yang terpilih menjadi wakil rakyat itu hanya menyempurnakan citra miring: lebih mengedepankan kepentingan pribadi dan kelompok. Sikap-sikap kenegarawanan dan janji yang diucapkan pada masa-masa kampanye untuk melepas "baju partai politik" begitu mereka memasuki Senayan, terbukti sulit ditemui. Kristalisasi pengelompokan kepentingan lebih menonjol.

-- Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta belakangan ini cukup signifikan. Terakhir bahkan mampu menembus level tertinggi, yakni 901,380 yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah pasar modal di Indonesia. IHSG sebagai benchmark utama tetaplah menjadi indikator penting mengenai kepercayaan pasar khususnya investor asing. Membaiknya indeks berarti juga meningkatnya kepercayaan terhadap bursa dan terhadap perekonomian nasional.

 

HARI Pahlawan merupakan saat tepat bagi politisi di negeri ini untuk merenung; sudahkah memberikan nilai-nilai kepahlawanan kepada rakyat? Nilai-nilai kepahlawanan itu mengacu kepada makna harfiah pahlawan. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001:812) disebutkan pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani.

GEBRAKAN yang diawali Hidayat Nurwahid, baik sebagai Ketua MPR maupun anggota DPR, dan kemudian diikuti sejumlah anggota DPR dan MPR lainnya untuk menolak segala fasilitas yang berbau kemewahan, sempat memperoleh acungan jempol dari berbagai kalangan. Sayangnya, gaung semangat keserderhanaan itu sesaat kemudian hampir tertelan bumi, manakala di DPR terjadi konflik antarkoalisi yang makin meruncing.

Setelah lama tidak berkomunikasi antaralumnus Fakultas Hukum Unissula '92 Semarang, maka terbentuk panitia reuni, silahturrahmi dan halal bi halal. Acara akan diadakan 21 November 2004 di Jl Kini Jaya 36 Kedungmundu Semarang.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA