| Kamis, 11 Nopember 2004 | SALA |
Stok Lebaran AmanLEBARAN semakin dekat. Sebagian besar orang berbondong-bondong berbelanja untuk memenuhi kebutuhan Lebaran yang hampir bisa dipastikan meningkat. Pusat-pusat perbelanjaan dipenuhi pengunjung yang ingin membeli kebutuhan pokok, pakaian ataupun barang-barang lain. Akibat permintaan masyarakat yang meningkat, sering timbul kekhawatiran akan adanya kekurangan pasokan. Karena itu Pemkab Klaten melakukan antisipasi dengan mengecek stok kebutuhan pokok, terutama beras, gula pasir, minyak goreng, dan minyak tanah. Berikut wawancara dengan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Klaten Ir Sri Mulyaningsih tentang stok menjelang Lebaran. Bagaimana stok kebutuhan pokok di Klaten? Stok kebutuhan pokok cukup. Dari survei pasar yang kami lakukan di agen-agen, stok beras berlimpah. Saat ini ada stok 10.700 beras di Gudang Dolog Klaten. Jumlah tersebut sangat mencukupi, karena kebutuhan beras di Klaten per bulan hanya 3.000 ton. Mengenai stok gula? Stok gula pasir juga sangat mencukupi. Saat ini di agen-agen terdapat stok sekitar 60 ton untuk keperluan dua hari. Kebutuhan per hari sekitar 30 ton. Setiap hari pasokan gula ke grosir terus berlangsung, jadi saya kira gula pasir cukup. Kebutuhan yang lain? Minyak goreng tersedia 50 ton untuk keperluan dua hari. Jumlah itu diperkirakan cukup karena setiap hari stok ditambah, dan kebutuhan per hari hanya sekitar 25 ton. Selain itu, minyak tanah juga cukup, sebab setiap hari ada pasokan 120.000 liter atau 24 tangki untuk sembilan agen. Bagaimana dengan harga kebutuhan itu? Harga masih relatif stabil, meskipun sedikit fluktuasi. Untuk beras C4 misalnya, ada kenaikan tapi sedikit sekitar Rp 100/kg, dari Rp 2.600 menjadi Rp 2.700/kg. Kalau gula pasir naiknya cukup tinggi dari Rp 4.200-Rp 4.300/kg menjadi Rp 4.400-Rp 4.500/kg. Tapi minyak goreng malah sedikit turun. Adakah lonjakan harga? Sampai saat ini belum ada lonjakan harga yang besar. Beberapa pembeli justru mengeluh belum ada tambahan permintaan berarti. Mungkin lonjakan harga baru terjadi pada H-3. Antisipasi lonjakan harga? Kami melakukan pengawasan gudang untuk mencegah adanya penimbunan barang. Juga berkoordinasi dengan asosiasi niaga seperti Apegti, Kiswana Migas, dan para pelaku distribusi. Selain itu, koordinasi dengan provinsi dan pusat karena distribusi juga kami jalin sebab suplai barang lewat sana.(Merawati Sunantri-85s) |