| Kamis, 11 Nopember 2004 | SALA |
Suami Istri Diikat dan Dilakban
BOYOLALI- Dua penjahat yang bersenjatakan pisau, Selasa sekitar pukul 22.00 menyekap Suryanto (43) dan istrinya Sukini (45). Penduduk Dukuh Ngangkruk, Desa Ngaru-aru, Kecamatan Banyudono, Boyolali itu juga dilakban mulutnya dan kedua kakinya diikat dengan tali plastik. Namun kedua korban selamat dan tidak mengalami luka-luka. Dalam aksinya kedua penjahat mengambil uang Rp 500.000 dan obat-obat pertanian senilai Rp 2,5 juta. Aksi pencurian dengan kekerasan itu bermula kedatangan dua orang tamu yang belakangan diketahui penjahat. Begitu sampai di rumah korban, salah seorang pelaku mengetuk pintu dan langsung dibuka oleh Sukini. Begitu pintu dibuka dua penjahat itu langsung meringkus Sukini dan melakban mulutnya. Selanjutnya kedua kaki Sukini diikat dengan tali plastik dan dimasukan di salah satu kamar. Rupanya aksi pencurian dengan kekerasan itu didengar suaminya yang saat itu sedang berada di belakang. Namun begitu memasuki ruang tamu untuk mengetahui apa yang terjadi, dia mengalami nasib serupa. Suryanto langsung diringkus dan dilakban mulutnya serta kedua kakinya diikat tali plastik. Pasangan suami istri itu tidak berani melawan lantaran diancam dengan pisau. Kondisi Sepi Dalam keadaan panik dan ketakutan, salah seorang penjahat mengambil uang dalam laci Rp 500.000. Pelaku menjarah obat-obatan dan kemudian dikemas dalam kardus. Saat kedua korban disekap dan mulutnya dilakban tak ada tetangga yang mendengar. Anak satu-satunya sudah tertidur. Salah seorang pelaku berkali-kali menodongkan pisau, sehingga membuat pasangan suami-istri yang sehari-hari membuka usaha toko yang menjual obat-obat pertanian itu ketakutan. Kapolres AKBP Drs Oneng Subroto didampingi Kapolsek Banyudono Iptu Kambali kepada wartawan mengatakan, rumah korban memang dalam keadan sepi. Kini polisi terus mengidentifikasi para penjahat. Adapun kasus tersebut kini dalam penanganan pihak berwajib.(shj-85s) |