| Kamis, 11 Nopember 2004 | SALA |
PKL Pasar Bunder DitertibkanSRAGEN- Karena dianggap mengganggu ketertiban, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di tepi Jl Acmad Yani, barat pasar Bunder Sragen, kemarin ditertibkan. Sejumlah gerobak milik PKL digeser petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan. Ada yang diminta menyingkir, namun ada yang disuruh keluar dari badan jalan dan bergeser ke dalam. ''Puluhan PKL mengganggu pengguna jalan dan arus lalin di barat Pasar Bunder,'' tutur Sumadi dari Dinas Perhubungan Sragen, kemarin. Tim gabungan berjumlah delapan personel itu bergerak dari selatan pasar hasil bumi Pasar Bunder menuju ke utara menyusuri Jalan Achmad Yani. Sejumlah PKL yang melanggar didata. Gerobak milik Pawiro Suwito (70) yang nongkrong di badan jalan, langsung digeser ke tepi jalan. Operasi petugas kemarin sempat mengejutkan para PKL. Di antara PKL bahkan berpura-pura ke toilet dan meninggalkan dasaran yang digelar di tepi jalan. Tindakan preventif itu dilakukan agar saat Lebaran nanti PKL tidak memenuhi badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas. ''Sebelum PKL bertambah banyak dan memenuhi jalan, mereka ditertibkan,'' kata Sunarno dan Sri Dewi, petugas Satpol PP. Aksi penertiban berhenti di depan Toko Meteor Jl Achmad Yani atau di persimpangan jalan antara Pasar Sragen Kota dan Pasar Bunder. Jalan di antara kedua pasar atau tepatnya di dekat palang pintu KA, tampak semrawut. Belum Bisa Diatasi Sejak 1990 kesemrawutan kawasan palang pintu KA di dekat pasar kota itu belum bisa diatasi. Salah satu penyebab kesemrawutan, keberadaan terminal angkuta di sisi barat dan terminal angkudes di sisi selatan Pasar Bunder. Angkuta dan angkudes yang meninggalkan terminal biasanya ngetem di dekat pertigaan Toko Meteor Jl Achmad Yani dan dekat palang pintu KA, hingga menyebabkan kemacetan. ''Kemacetan di jalur pertigaan Jalan Achmad Yani depan Toko Meteor, sudah terjadi sejak lama,'' kata pedagang pemilik toko di kawasan tersebut. Karena itu, pertigaan dekat Toko Meteor itu sering disebut jalur paling semrawut di Kabupaten Sragen.(nin-85s) |