| Kamis, 11 Nopember 2004 | SALA |
Prepekan, Harga Barang-barang Lebaran Cenderung NaikKERAMAIAN pasar selalu terjadi di saat menjelang datangnya hari raya Lebaran. Masyarakat Jawa menamakan keramaian itu sebagai tradisi prepekan. Keberadaan tradisi itu, telah menjadikan transaksi jual beli di pasar meningkat, dan biasanya dibarengi dengan naiknya harga barang-barang kebutuhan Lebaran. Dalam buku Bauwarna Adat Tata Cara Jawa karangan Drs R Harmanto Bratasiswara (Yayasan Suryosumirat Jakarta, 2000), prepekan disebutkan sebagai kesibukan berbelanja untuk menyongsong datangnya Lebaran. Hal itu didorong oleh banyaknya kegiatan keluarga dan masyarakat dalam menyambut Lebaran. Prepekan merupakan kebanggaan; dan pulang dari prepekan seakan-akan menjadikan kemantapan dalam menyambut datangnya Lebaran. Ikhsan, salah seorang bakul keliling mengatakan, ada hal unik dalam tradisi prepekan. Sebab, di dalamnya juga terselip tradisi yang disebut midang. Yaitu sebagai kedatangan wanita lajang yang selalu dandan. Wanita itu datang ke pasar di saat keramaian prepekan, dengan berharap tuah segera dapat jodoh. Para pedagang menolak anggapan bahwa prepekan selalu diberengi dengan naiknya harga-harga kebutuhan Lebaran. Mbok Suti, penjual telur di Pasar Wonogiri, misalnya, mengaku menderita rugi karena harga barang itu belakangan ini anjlok. Dia menuturkan, untuk menyongsong prepekan dirinya telah kulakan (beli untuk dijual lagi) telur dengan harga Rp 6.500/kg. Tetapi tiba-tiba harga di pasar murah, sehingga barang itu terpaksa dilempar dengan harga Rp 6.000/ kg. Itu pun barangnya tak segera habis. Pasar Murah Kepala Bagian Sosial Ekonomi Pemkab Wonogiri, Drs H Supatno MM mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan harga berkait dengan tradisi prepekan, diupayakan membuka pasar murah di tiga wilayah kecamatan. Yakni Kecamatan Purwantoro, Sidoharjo, dan Tortomoyo. Tujuan diselenggarakan pasar murah, adalah untuk menekan agar harga tetap stabil, sehingga tetap terjangkau oleh masyarakat yang membutuhkan. Kemudian dari Dharma Wanita Kabupaten Wonogiri, juga mengusahakan pasar murah di Kecamatan Baturetno dan Pranggupito. Bersamaan dengan itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Penanaman Modal (Diperindagkompdal) Drs Poerwanto MM juga memprakarsai pasar murah di Gedung Giri Cahaya Wonogiri, menyatu dengan bazar dan pameran aneka industri dan perniagaan. Dikatakan, dari hasil pemantuannya ke beberapa pasar, tidak ditemukan adanya gejolak kenaikan harga. Dia berharap, menjelang Lebaran jumlah pasokan barang dapat ditingkatkan. Dengan begitu, Pemkab tidak perlu mengadakan operasi pasar di saat menjelang Lebaran ini. (Bambang Pur-85a) |