logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Nopember 2004 SALA
Line

17 LSM Dukung Polwil Ungkap Kasus Korupsi

KOTA - Belum tuntas mengusut dugaan korupsi APBD 2003, tugas Polwil Surakarta dalam mengungkap korupsi kian menumpuk.

Respons masyarakat untuk memberikan dukungan kepada pihak kepolisian dalam mengusung berbagai tindak pidana korupsi, juga semakin besar.

Paling tidak, elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Antipolitisi Tercela (Ganti Pola) mendukung kinerja kepolisian dalam mengusut tuntas kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Selain memberi dukungan atas pengusutan kasus dugaan KKN, Ganti Pola kemarin mendatangi Mapolwil untuk meminta pihak Polwil membuka kembali dan menindaklanjuti pengusutan dugaan korupsi pembangunan kembali balai kota senilai Rp 4 miliar.

Meski kasus dugaan korupsi itu telah dilaporkan Suara Masyarakat Peduli Pembangunan Kembali Balai Kota Solo di Polresta Surakarta, 31 Mei 2002, menurut Ketua SARI, Zainal Abidin, kasus tersebut masih berhenti di Polresta dan tidak ada tindak lanjutnya.

"Sehubungan dengan adanya komitmen Kapolwil yang getol mengungkap korupsi yang melibatkan pejabat publik, kami minta kasus dugaan korupsi pembangunan Balai Kota dibuka kembali," tegasnya.

Belasan elemen dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Ganti Pola yang mendatangi Mapolwil, langsung diterima Kapolwil Surakarta, Kombes Pol Drs H Abdul Madjid SH MM.

Sikap untuk mendukung pihak kepolisian dalam mengusut tuntas dugaan korupsi, tertuang dalam pernyataan sikapnya. Yaitu mendukung pengusutan dugaan korupsi APBD 2003, permintaan segera menindaklanjuti pengusutan kunjungan kerja (kunker) fiktif Komisi E DPRD Surakarta periode 1999-2004, dan menindak tegas Heru S Notonegoro yang terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan kebohongan publik atas pernyataannya.

Dalam pernyataannya itu Heru mengungkapkan, Komisi E telah melakukan kunker ke Medan. Tapi kemudian pernyataan itu oleh Heru S Notonegoro ditarik kembali, dengan mengatakan kalau Komisi E tidak pernah melakukan kunker ke Medan.

Permintaan belasan elemen masyarakat itu, rupanya mendapat tanggapan positif dari Kapolwil, termasuk upaya untuk membuka lagi kasus dugaan korupsi pembangunan kembali Balai Kota.

Sejauh yang dikemukakan Abdul Madjid, berkaitan dugaan korupsi, pihak kepolisian sangat apresiatif atas laporan masyarakat. (G11,san-17a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA