logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Nopember 2004 SALA
Line

Polwil Terjunkan Dua Regu Sniper

SOLO- Mengantisipasi kemunculan bajing loncat, jajaran Polwil Surakarta menempatkan dua regu penembak jitu (sniper) di dua lokasi terpisah. Selain di Sunggingan Boyolali, satu regu lain ditempatkan di daerah Sambung Macan, Sragen.

"Di Boyolali ada tanjakan yang menikung cukup tajam, sedangkan di Sragen, lebih karena wilayah perbatasan dengan Jatim. Kedua wilayah itu sangat potensial jika muncul bajing loncat," kata Kapolwil Kombes Abdul Madjid, kemarin.

Dia menuturkan, tim itu tidak akan ditempatkan secara tersembunyi serta bergerak mobile dengan mengutamakan sasaran pada daerah rawan. "Titik-titik rawan kemacetan ataupun rawan gangguan kamtibnas memang tersebar hampir merata di lima kabupaten serta kodya di eks Karesidenan Surakarta. Karena itu, setiap Kapolres kami minta membuat skala prioritas dalam pengamanan wilayahnya," paparnya.

Guna memperlancar kegiatan mudik, aparat kepolisian bekerja sama dengan instansi terkait lain membuka pelayanan nonstop di sejumlah tempat. Pelayanan itu bagi para pemudik dan warga masyarakat. "Di kota Solo, paling tidak dibangun lima pos keamanan," katanya.

Dia mengungkapkan, mulai H-3 atau Kamis, diperkirakan jumlah pemudik yang datang ke kota Solo bakal berdatangan secara bergelombang dengan puncak mudiknya terjadi Sabtu mendatang. "Nah, khusus tiga hari itu kami akan mengantisipasi keamanan sekuat tenaga. Kami jamin, tidak ada anggota Polri yang cuti. Sebab mereka harus turun ke jalanan," paparnya.

Menurut Kapolwil, selain para pelaku kriminal pihaknya juga melakukan antisipasi khusus terhadap buron teroris yang menjadi target aparat keamanan.

Lokasi-lokasi yang menjadi perhatian adalah tempat kos serta rumah-rumah terpencil di wilayah Surakarta.

"Mudik Lebaran bisa saja dimanfaatkan para tersangka teroris untuk datang ke Solo. Mereka berbaur dengan pemudik lain guna menyempurnakan penyamaran."

Karena itu, para Kapolsek yang sebelumnya telah dikumpulkan di Mapolwil beberapa waktu lalu akan diintensifkan mencari para pelaku teror.

"Setiap kos-kosan akan kita masuki, sebab siapa tahu ada pelaku teror yang kami cari." (san,G11-80s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA