logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Nopember 2004 PANTURA
Line

Semen dan Aspal pun Mengucur Lancar

KAJEN - Aktivitas tarawih keliling (tarling) yang digelar Pemkab Pekalongan selama Ramadan kali ini ternyata tidak hanya menjadi rutinitas.

Tarling tidak hanya untuk aktivitas shalat tarawih bersama namun juga ajang penyaluran berbagai bantuan kepada masyarakat.

Ratusan sak semen dan drum aspal serta uang puluhan juta mengucur di berbagai tempat yang menjadi persinggahan Bupati Pekalongan Drs H Amat Antono.

Kabag Humas Pemkab Drs M Faried mengemukakan, selama safari Ramadan telah dikucurkan 995 sak semen, 110 drum aspal, dan uang Rp 97 juta.

Enam tempat telah dikunjungi Bupati selama tarling, yaitu di Masjid Bugangan Kedungwuni (20/10), Masjid Jami' Paweden Buaran (22/10), Masjid Curug Tirto (25/10), Masjid Lolong Karanganyar (1/11), Masjid Sragi (3/11), dan Masjid Krandon Kesesi (5/11).

Warga Bugangan menerima 85 sak semen dan bantuan langsung masyarakat (BLM) Rp 83 juta, warga Paweden (100 sak semen), Curug Tirto (100 sak semen, 50 drum aspal), Lolong Karanganyar (150 sak semen, bantuan air bersih Rp 7,5 juta), IPNU/IPPNU Karanggondang Karanganyar (160 sak semen).

Sementara itu, warga Sragi akan menerima 150-200 sak semen dan 20 drum aspal, warga Kesesi mendapatkan 200 sak semen dan 40 drum aspal.

Selain itu, Bupati juga memberikan bantuan Rp 1 juta kepada masing-masing takmir masjid yang dia singgahi.

Ditindaklanjuti

Selain kucuran aspal, semen, dan uang, dalam dialog antara Bupati dan masyarakat juga muncul beberapa masalah yang akan ditindaklanjuti, antara lain perbaikan honor pengajar taman pendidikan Alquran (TPQ), pencemaran limbah, perbaikan irigasi, pengaspalan jalan, soal kebersihan dan keamanan, serta rehabilitasi berbagai masjid.

Masyarakat yang disinggahi mengaku senang dengan kegiatan tarling tersebut.

Sebab, selain langsung bisa menerima bantuan dari Bupati juga bisa menyampaikan berbagai unek-unek dengan suasana yang tidak terlalu formal.

''Dengan dialog di masjid secara nonformal, berbagai unek-unek bisa muncul,'' ujar Nadzirin (40), warga Bugangan Kedungwuni.

Dia berharap, berbagai masalah yang diserap dari masyarakat benar-benar dapat ditindaklanjuti Pemkab. ''Semoga aspirasi yang diserap dalam bulan Ramadan, nilainya lebih kuat dan bisa memberikan berkah ke masyarakat,'' ungkapnya.(G16-90j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA