logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Nopember 2004 PANTURA
Line

Tiap Lebaran Tak Pernah Pulang

SETIAP kali ada kejadian kriminal atau tindak kejahatan lain di Kota Pekalongan, warga asli Prambanan, Klaten ini selalu mengetahui. Bahkan, setelah pelaku tindak kejahatan tersebut tertangkap, dirinya selalu melaporkan hasil pemeriksaan tersebut. Melihat hal ini, tidak mengherankan jika bapak dua anak, Tata (7) dan Bima (5), itu selalu dikejar-kejar wartawan sebagai narasumber di Kota Batik.

Ya, sebagai Kanit Jatanras Polresta Pekalongan, Ipda Bambang Purnomo memang selalu dekat dengan wartawan. Setiap kali ada kabar pembunuhan, pencurian, penjambretan, dan pemerasan, wartawan selalu dikabari.

''Jangan khawatir, jika ada kejadian pasti akan kami beri kabar secepatnya,'' ungkap dia kepada Suara Merdeka, kemarin.

Menjelang Lebaran tahun ini, lulusan Secapa Polri Sukabumi Angkatan XXX ini mengakui, tugasnya semakin berat. Menurut penuturan dia, kondisi seperti ini kemungkinan karena banyak warga atau masyarakat yang ingin mendapatkan uang dengan cara singkat dan cepat.

Selama bulan Puasa ini, lanjut dia, sudah puluhan pelaku kriminal yang dia tangani dan hampir semua dimasukkan ke dalam tahanan.

Lebih jauh dia mengemukakan, saking sibuk dengan urusan pekerjaannya, seringkali dia diprotes kedua anaknya terutama anak pertamanya. ''Bapak kok dinas terus sih, kapan waktu bermain dengan Tata,'' ungkap dia menirukan suara putrinya itu. Bahkan, kalimat tersebut tidak hanya sekali dikatakan namun ketika dia pulang terlambat putrinya selalu menanyakan hal itu.

Risiko Pekerjaan

Ketika ditanya soal pertanyaan putrinya tersebut, Bambang menekankan, hal itu risiko pekerjaan. Dia mengemukakan, sebagai seorang abdi negara, dia harus selalu siap menjalankan tugas itu kapan saja. Ketika ada warga yang melaporkan ada tindak kriminal pada malam hari, saat itu juga dia akan berangkat ke tempat kejadian.

Risiko lain yang dihadapi sebagai abdi negara adalah harus rela menanggung keselamatan semua pihak, yakni keselamatan dirinya, orang lain, dan pelakunya.

Sebab, ketika ada kejadian tidak mungkin dia membiarkan jiwa pelaku kejahatan terancam. ''Meskipun tersangka, kami harus melindungi dari tindakan main hakim sendiri karena sudah ada yang mengadili,'' tegas dia.(Moch Achid Nugroho-42j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA