logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Nopember 2004 PANTURA
Line

Spesialis Jambret Pantura Tertangkap di Batang

  • Satu Tewas, Satu Luka Berat

PEKALONGAN-Jambret spesialis pantura (pantai utara) yang menjadi incaran Satreskrim Polresta Pekalongan, Deny Setyawan (25) penduduk Gumawang, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan tertangkap di wilayah hukum Polres Batang, Selasa malam.

Tersangka yang saat itu bersama temannya Andi Ermawan (18) baru saja menjambret tas seorang istri polisi. Andi pelajar STM swasta beralamat di Jl Anggrek Perumahan Bina Griya, Kelurahan Tegalurung, Tirto, Kota Pekalongan akhirnya tewas dalam perjalanan ke rumah sakit, karena menjadi korban penganiyaan massa.

Menurut keterangan Kasatreskrim Pekalongan AKP Umar Sanusi, Selasa, sekitar pukul 20.00, dia dan anggotanya menerima informasi, kalau Deny "keluar" dari persembunyinya. Kesempatan itu, tak disia-siakan. Bersama tim, mereka menuju ke rumah tersangka di Gumawang.

Keterlibatan Deny dalam tindak kejahatan itu, bermula ditangkapnya Sugiyono (30). Dalam pengakuannya dihadapan AKP Sanusi, Sugiyono telah melakukan penjambretan sebanyak 21 kali di Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang.

"Enam kali penjambretan itu dilakukan bersama tersangka Deny Setyawan baik di wilayah hukum Polres Pekalongan maupun Polresta, juga mengaku pernah melakukan hal yang sama di Batang. Sejak itu, dia masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),"ujar AKP Sanusi, yang mantan Kapolsek Limpung, Batang itu.

Ternyata saat digrebek, buruannya itu baru saja meninggalkan rumahnya. Penyisiran pun dilakukan di sepanjang jalan pantura malam hari itu. Saat melakukan pengejaran itu, diperoleh informasi telah terjadi penjmbretan. Sedangkan pelakunya naik motor melarikan diri menuju ke Batang.

Ternyata korbannya, istri polisi yang tasnya dijambret.

Peristiwa berawal malam itu, Suyati berboncengan dengan suaminya Eko Pujiantoro bermaksud pulang ke rumahnya di Kampung Kebanyon, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Batang. Sebenarnya, mereka berdua sejak melaju di depan Hotel Jaya Dipa curiga dengan motor dibelakangnya yang dinaiki tersangka Deny dan Andi. Karena, lampu motor tidak dinyalakan dan tanpa pelat nomor.

Saat berada di depan Hotel Yudhistira tiba-tiba motor yang dinaiki kedua tersangka itu memepet korban dari kiri. Pembonceng Andi menyambar tas milik Suyati dan langsung tancap gas ke arah Batang.

Eko yang mengetahui tas istrinya dijambret itu langsung mengejar tersangka. Ternyata, sesampainya di simpang empat Kalisari Deny membelokan motornya ke arah kiri menuju Kampung Kebanyon tempat tinggal Eko.

Sebelum melewati rel perlintasan Kereta Api, Andi membuang tas. Laju motor Deny, akhirnya berhasil dihentikan. Namun, keduanya tidak mengakui menjambret tas. Keributan itu, memancing warga sekitar.

Karena, kedua tersangka tetap membantah, korban akhirnya menujukkan barang bukti yang dibuang sebelah selatan perlintasan rel KA. Keduanyapun akhirnya tak bisa mengelak. Massa yang mengetahui kalau, ada penjambret itu langsung memberi pelajaran. Meskipun sudah dicegah oleh Eko, namun karena banyaknya massa akhirnya kewalahan.

Kapolsek Batang Kota AKP Tukiran bersama yang mendengar ada kejadian di Kebanyon segera datang. Korban selanjutnya di dibawa ke RSUD Kalsiari, dalam perjalanan Andi Setyawan tewas sedangkan tersangka Deny Setyawan sampai kini masih menjalani perawatan intensif.

Kapolres Batang AKBP Drs Edy S Setjo MM yang dikonfirmasi disela-sela mengatur arus lalulintas di jalur alternatif menyatakan, tersangka Deny Setyawan sekarang ini masih menjalani perawatan dengan penjagaan ketat. "Memang telah terjadi penganiayaan terhadap pelaku penjambretan yang dilakukan oleh massa," ujar Kapolres

Menurut dia, sesaat setelah menerima laporan adanya kejadian itu dia langsung mememirantahkan jajaranya untuk mendatangi tempat kejadian. Selanjutnya membawa korban ke RSUD Kalisari, mencari keterangan saksi-saksi, mengumpulkan barang bukti dan memberitahukan ke keluarga tersangka. (H4,ar-90)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA