| Kamis, 11 Nopember 2004 | PANTURA |
Gudang Jerami PT ZAC TerbakarBUMIAYU - Kebakaran besar melanda gudang penyimpanan jerami milik PT Zeta Agro Corporation (ZAC), di Dukuh Talok, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Selasa (9/11) sekitar pukul 18.00. Api berkobar sepanjang malam hingga pukul 03.30; menghabiskan tiga blok sekaligus, yaitu blok E5, E6, dan E7. Api baru bisa padam, setelah regu pemadam kebakaran dari Kecamatan Bumiayu melokalisasinya. Kobaran api besar itu, menjadi perhatian penduduk Bumiayu. Agak disayangkan, upaya dini pemadaman yang dilakukan PT ZAC terhambat sarana. Mobil pemadam kebakaran yang digunakan untuk memadamkan api, tidak berfungsi. Akibatnya, pihak perusahaan terpaksa meminta bantuan dari Kantor Kecamatan. Namun sarana mobil pemadam kebakaran yang ada tidak dapat mengatasi kebakaran. Mobil pemadam terpaksa harus bolak-balik sampai tujuh kali untuk mengambil suplai air. Meski demikian, kobaran api yang telanjur menjalar di tiga blok tidak bisa dikendalikan. Api hanya dapat dilokalisasi dengan membasahi tumpukan jerami di blok tujuh. Salah seorang saksi mata penjaga malam, Wakhid (40) mengatakan, dirinya melihat api sekitar pukul 18.30. "Waktu buka puasa saya melihat ada api muncul di blok E5," kata dia. Seketika itu dia langsung menghubungi rekannya. Peristiwa tersebut segera dilaporkan ke Polsek Bumiayu. Kobaran api yang melalap tumpukan jerami berjalan sangat cepat. Dalam waktu singkat, api di blok E5 sudah menjalar hingga blok E6. Petugas Keamanan PT ZAC, Maman Samanuddin mengungkapkan, kebakaran menghabiskan 80 rit (sekitar 8.000 meter persegi) jerami. Kerugian ditaksir mencapai Rp 175 juta. "Jumlah itu belum termasuk alat-alat lain, seperti terpal," kata dia. Sementara itu Kapolsek Bumiayu, AKP Sukoyo menegaskan pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran. "Kami masih mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. Simpulan penyebab kebakaran belum bisa kami sampaikan," kata dia. Sejumlah saksi, termasuk penjaga gudang setempat, saat ini masih dalam pemeriksaan tim penyidik Unit Reskrim. Ditambahkan, tidak menutup kemungkinan kebakaran disebabkan faktor kesengajaan.(on-34a) |