| Kamis, 11 Nopember 2004 | PANTURA |
Pantura Dijaga Ketat, Truk Lewat Dihentikan
SLAWI - Larangan lewat bagi truk pada H-4 di jalur pantura, terutama di Kabupaten Tegal, mulai dari Kecamatan Warurejo hingga Kecamatan Kramat, membuat jajaran Satlantas dan Satsamapta Polres Tegal bekerja ekstra keras. Mereka benar-benar memasang mata dan telinga, menjaga jalur itu secara ketat agar jangan sampai ada truk ukuran besar memuat barang melewati jalur larangan tersebut pada tanggal dan hari yang telah ditetapkan. Akibat kerja ekstra keras itu, sejak pukul 00.00 hingga sore kemarin, lalu-lintas di jalur tersebut menjadi lengang oleh kendaraan pengangkut barang tersebut. Kalau toh ada yang berani lewat, pasti ditangkap petugas. "Kalau ada yang berani lewat pada H-4 ya sama saja bohong. Wong personel saya ada dimana-mana dan pasti mudah ditangkap atau dihentikan," tutur Kapolres Tegal AKBP Drs Tri Nugroho J Adi SH MSi. Sebagai contoh sebuah truk nekat berjalan dari arah Semarang ke Jakarta. Truk tersebut begitu lepas dari jalur sempit (bottle neck) di Desa Demangharjo, Kecamatan Warureja, langsung disergap petugas untuk dihentikan. "Truk dihentikan dan diminta minggir. Kalau muatannya banyak, harus dibongkar dan diangkut dengan angkutan yang lebih kecil seperti colt pikap," tandas Kapolres. Personel Pemandu Sementara itu, arus mudik menggunakan sepeda motor mulai terlihat banyak mulai pukul 14.30 siang. Sejumlah personel Satsamapta Polres Tegal yang menjadi pemandu kecepatan laju pemudik siaga di lokasi tertentu. Mereka didampingi pula personel dari Satlantas. Antaranya di Pos LIK Takaru, Kecamatan Kramat. Pos Babadan Kecamatan Suradadi dan di Pos Demangharjo Kecamatan Warureja. Personel pilihan itu siap mengantar hingga ke perbatasan Kabupaten Pemalang. Banyak pemudik mengaku merasa senang dengan keberadaan polisi pemandu kecepatan laju kendaraan. Karena pada jarak tertentu, petugas juga menawarkan istirahat di lokasi tertentu. Seperti di SPBU Shinta Irawaty yang merupakan SPBU dengan toilet terbanyak dan bersih versi Muri. Juga menawarkan istirahat di depan Pos Polisi di LIK Takararu. Menurut Kapolres Tegal, diperkirakan pada H-3 hingga H-1, arus mudik akan membeludak. Karena itulah pihaknya meningkatkan pengawalan kepada pemudik dari masuk wilayahnya hingga ke wilayah perbatasan dengan polres tetangga. "Kita juga mengawal truk-truk yang parkir di pinggir jalan. Juga mengawal jalur pantura, dan tengah agar terbebas dari ancaman begal dan bajing loncat yang sempat meresahkan pengguna jalan," kata Kapolres Tegal.(D12-90) |