logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Nopember 2004 PANTURA
Line

Takbir Keliling Dilarang Lewat Pantura

KAJEN- Untuk memperlancar arus mudik di jalur pantura, Polres Pekalongan melarang rombongan takbir keliling melewati jalur pantura. Masyarakat yang ingin takbir keliling diimbau melewati jalur yang telah ditetapkan dan tidak mengganggu lalu lintas.

Kapolres Pekalongan AKBP Drs Lotharia Latief kemarin mengatakan, pihaknya akan memasang sekat-sekat di jalur tembus yang menuju ke pantura, sehingga rombongan takbir keliling tidak akan lewat.

"Kami minta masyarakat tidak melewati jalur pantura demi ketertiban bersama," tandasnya.

Polres, kata Latief, akan berkoordinasi dengan Pemkab guna mengorganisasi rombongan takbir keliling seperti tahun lalu. Selain mematuhi lalu lintas, para peserta takbir diimbau tidak menggunakan atribut parpol, membawa benda tajam, dan menyalakan petasan.

"Berakhirnya bulan puasa seharusnya membuat kita semakin tertib, jadi saya minta masyarakat tidak melakukan hal-hal yang bisa membahayakan," tandasnya.

Selain akan mengatur rute takbir keliling agar tidak mengganggu arus mudik, pemberian rangsangan kepada peserta takbir keliling juga bisa dilakukan untuk menertibkan acara tersebut. Seperti tahun lalu, Bupati Drs H Amat Antono memberikan hadiah kepada peserta takbir keliling yang paling tertib dan bagus. "Kami harapkan perlombaan positif seperti itu akan ada lagi," tandasnya.

Larangan lain yang akan dikeluarkan adalah menerbangkan balon udara disertai petasaan. Kapolres minta agar tradisi melayangkan balon dengan petasan tidak diteruskan karena bisa membahayakan. "Kami juga akan mengeluarkan larangan untuk menerbangkan balon yang disertai petasan karena berbahaya," ujarnya.

Sementara itu meski volume kendaraan terus meningkat, pada H-4 kemarin arus lalu lintas di jalur pantura masih lancar. Kapolres memperkirakan puncak arus mudik yang melalui jalur pantura khususnya Kabupaten Pekalongan akan terjadi pada H-2.

Pasar Ramai

Sementara itu menjelang Pasar Kembang pada H-2 dan H-1, kondisi berbagai pasar di Kabupaten Pekalongan sudah mulai ramai. Pedagang musiman juga mulai berdatangan sehingga membuat pasar lebih ramai dari biasanya.

Seperti di Pasar Wiradesa, pedagang pakaian, buah, dan makanan lain terlihat lebih banyak. Petugas pasar terpaksa harus bekerja keras untuk mengatur pedagang agar tidak meluber ke tepi jalan.(G16-90s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA