logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Nopember 2004 NASIONAL
Line

Kepulangan Yonif 405 dan 406 dari Aceh

''Paket" Lebaran yang Paling Berharga

SEORANG wanita berjilbab berusia sekitar 35 tahun berada di antara sejumlah orang yang ada di depan Terminal Penumpang Pelabuhan Semarang. Sembari menggendong anaknya yang masih berusia beberapa bulan, wajahnya tak henti-hentinya melihat barisan prajurit TNI yang bersiap-siap melakukan upacara serah pasukan (serpas). Sementara itu anak sulungnya yang empat tahun, sibuk bermain di samping pagar besi.

Mata wanita itu seolah tak putus-putusnya memandangi barisan prajurit TNI itu. Dengan agak menyelidik, matanya menatap satu-per satu para prajurit itu agak teliti. Ya, wanita sedang mencari suami tercintanya yang baru saja pulang bertugas dari Aceh. Sayang, dia menolak mengutarakan namanya dan suami.

''Ya, saya sedang mencari-cari suami saya. Dia pasukan TNI yang baru saja dari Aceh. Dia tadi ngebel pakai handphone, kalau sudah pulang,'' ujar wanita yang tak mau menyebut namanya itu.

Baginya, kepulangan suaminya sangat berarti. Sejak 17 bulan lalu, suaminya bertugas di Aceh. Suaminya semula bertugas di Zidam IV/Diponegoro Jalan Watugong Semarang lalu diberangkatkan ke Aceh bersama prajurit Yonif 406 Chandra Kusuma Purbalingga. Saat itu, putra keduanya baru berusia tiga bulan.

''Lebaran ini sangat membahagiakan kami karena bisa berkumpul bersama suami. Ketika ditinggal, saya sangat sedih. Saya benar-benar menangis karena anak masih kecil. Bahkan Lebaran tahun lalu, tidak bersama suami karena suami masih tugas di Aceh,'' tutur wanita yang mengaku tinggal di sebuah kompleks asrama di Desa Bandarjo, Ungaran, matanya tampak berkaca-kaca.

Kebahagiaan tiada tara juga dialami Ny Candi Haryanto (55), warga Ungaran, Kabupaten Semarang. Anak sulungnya dari tiga bersaudara, Prada Agung Huriyanto, yang ditugaskan dapat pulang dengan selamat.

''Ketika saya mendapat telepon dari anak saya pagi tadi pukul 06.00, perasaan saya mak plong. Pagi itu anak saya mengatakan, kapal sudah sampai di perairan Semarang. Kami langsung menuju ke Pelabuhan Tanjung Emas dan sampai sekitar pukul 09.00,'' paparnya.

Meski dia telah merelakan kepergian anaknya bertugas ke Aceh, perasaan khawatir tetap ada. Anak bergabung bersama prajurit dari Yonif 406 Purbalingga. Karena itu, dia tak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan anaknya. Bahkan, dia tak henti-hentinya wanti-wanti kepada Agung Huriyanto agar tidak meninggal shalat lima waktu.

Memberikan Spirit

''Saya terus memberikan semangat kepada dia. Doa selalu saya panjatkan untuk anak saya agar selamat bertugas. Lebaran tahun ini sangat membahagiakan keluarga kami. Ini paket Lebaran keluarga. Dia mengabarkan, enam temannya gugur di Aceh dan empat orang luka-luka,'' tuturnya.

KRI Teluk Amboina yang mengangkut 866 prajurit Yonif 405/Surya Kusuma Banyumas dan Yonif 406/Chandra Kusuma Purbalingga, Selasa (9/11) tiba di Pelabuhan Tanjung Emas. Kedatangan mereka yang dipimpin Letkol (Inf) Ronny dan Letkol (Inf) Suko Basuki diterima Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunarso.

Sunarso mengemukakan, pasukannya bertugas melebihi waktu yang ditentukan. Karena tenaga mereka masih dibutuhkan, kepulangan tertunda hingga lima bulan.

''Di samping keberhasilan mengemban tugas, juga ada beberapa anggota kami yang gugur,'' katanya.

Kapendam IV/Diponegoro Letkol Agus Subroto mengungkapkan, selama 17 bulan di Nanggre Aceh Darussalam, semua prajurit tersebar di berbagai tempat. Prajurit Yonif 405 bertugas di Biren sedangkan yang lain berada di Langsa, Aceh Timur.(Karyadi, Ida Nursanti-58j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA