| Kamis, 11 Nopember 2004 | NASIONAL |
Kwik: Karisma Mega Sudah TurunSEMARANG-Gerakan pemurnian PDI-P yang dipelopori Ketua Balitbang DPP PDI-P Kwik Kian Gie terus berjalan. Kemarin, Komite Pemurnian PDI-P untuk tingkat Jateng dideklarasikan di Semarang. Deklarasi komite itu di Semarang untuk kali pertama yang dilangsungkan di daerah. Sebab, Jateng dipandang sebagai daerah yang paling siap dibandingkan dengan daerah lain. Selanjutnya, menurut Kwik, gerakan pemur-nian kader busuk PDI-P itu akan terus bergulir di Jatim dan daerah-daerah lain. Selain Kwik, hadir pula dr Tri Waluyo Basuki yang juga ketua komite tingkat Jateng, Willem Tutuarima, Bambang Pranoto, dan mantan anggota DPRD Jateng Bona Ventura. Sebelum dideklarasikan, Kwik Cs menggelar jumpa pers di sebuah kantor mi-lik saudara Kwik di Jl Imam Bonjol, Semarang. Kwik menyatakan, PDI-P tanpa Megawati Soekarnoputri tidak akan berarti apa-apa. Hanya, kondisi itu terjadi sebelum tahun 1999. "PDI-P tidak akan menjadi partai besar tanpa Megawati, namun itu terjadi sebelum 1999. Sesudah itu, saya pikir semuanya sudah tahu. Dalam pilpres langsung yang lalu, Megawati mendapat 40% dan SBY memperoleh 60%. Itu realitas karisma Megawati sudah turun saat ini," katanya. Dia menegaskan, komite itu akan membersihkan PDI-P dari kader busuk yang selama ini terlibat KKN dan menjual partai. Tidak hanya dalam pencalegan Pemilu 2004, lanjutnya, tetapi juga berbagai kasus dalam pemilihan kepala daerah. Karena itu, dia sebagai kader PDI-P bersama kader lainnya akan membenahi partai dengan menyingkirkan kader-kader yang dianggap busuk. Terutama tiga orang DPP yang disebut sebagai Gangs of Three. Sekalipun menyebutkan Megawati sudah turun karismanya, Kwik dengan komite tersebut tidak bermaksud untuk melengserkan Megawati sebagai Ketua Umum DPP PDI-P. Dia mengisyaratkan, pergantian itu kemungkinan terjadi dalam Kongres PDI-P di Denpasar Bali pada awal Maret 2005. Ditanya mengenai perpecahan PDI-P, dia mengungkapkan, hal itu mengandung risiko besar. "Apabila tidak ada dukungan nyata dari konstituen, mendirikan partai baru tidak ada artinya." Dia memberi contoh kader PDI-P yang mendirikan partai baru pada pemilu yang lalu, ternyata suaranya tidak signifikan. Menurut dia, pembenahan internal partai itu lebih baik. Sekalipun dalam pembenahan itu ada kader yang tidak tahan, berarti mereka termasuk kader yang busuk. Hubungan Mega Dia menambahkan, gerakan menyingkirkan kader-kader busuk sekarang sudah dilakukan. Diharapkannya, peserta kongres yang berasal dari cabang-cabang se-Indonesia merupakan kader partai yang relatif bersih dan bebas KKN. "Peserta kongres mendatang yang memiliki suara diupayakan berasal dari orang-orang yang bersih. Keputusan kongres itu merupakan keputusan tertinggi partai," tuturnya. Ditanya hubungannya dengan Megawati setelah dia mendeklarasikan Komite Pemurnian PDI-P, Kwik menyatakan tidak ada persoalan. Sebelum deklarasi di Jakarta, dia melakukan kontak dengan Megawati. Kepada Mega, Kwik mengaku telah mengutarakan soal gerakan itu. "Seperti biasa Bu Mega mendengarkan apa yang saya utarakan. Sampai sekarang juga tidak ada larangan dari Bu Mega," katanya. Tentang komite itu juga ada kader-kader busuk, dia mengaku risiko tersebut sangat kecil. Apalagi antarkader sudah saling mengenal. "Risiko itu memang ada tetapi kecil. Orang-orang di dalam gerakan ini sudah mengenal, jadi mereka tahu satu dan yang lain." (G1,G7-78t) |