logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Nopember 2004 NASIONAL
Line

Diare Menyerang, Tujuh Korban Meninggal

SURABAYA - Awas! Wabah penyakit diare sedang menyerang beberapa daerah di Jatim. Kini tercatat 7 korban meninggal dunia akibat penyakit ini. Karena itu, pemerintah telah mempersiapkan berbagai langkah menanggulangi penyakit tersebut.

Selain tujuh korban meninggal, kini 25 bayi menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo akibat terserang penyakit ini. Selain itu, di rumah sakit lainnya di Kota Surabaya, 544 orang pernah berobat akibat diare, dan 61 korban di antaranya menjalani rawat inap. Penyakit ini terutama menyerang bayi dan balita.

Ketujuh korban meninggal akibat terserang diare adalah Ela (1), Samuel (3), Rizky Akbar (4,5), Merry (19), Sholeh (3,5), Nasirudin (4,5), dan Hafifatul (4 bulan). Dari tujuh korban meninggal, hanya ada satu korban orang dewasa. Kendati serangan diare telah mengakibatkan 7 korban meninggal dunia, namun Kepala Dinas Kesehatan Jatim Bambang Giatno kepada wartawan, Rabu (10/11), menyatakan, menolak jika dikatakan serangan diare kali ini masuk kategori kejadian luar biasa, sehingga perlu langkah antisipasi luar biasa pula.

"Dari catatan yang kami terima, wabah diare diperkirakan sudah mencapai 600 kasus. Jumlah tersebut ada gejala peningkatan," katanya. Jumlah 600 kasus tersebut, tambahnya, relatif kecil dibandingkan dengan jumlah populasi penduduk Jatim. Namun, Bambang mengakui adanya kecenderungan peningkatan jumlah korban yang terserang diare di kalangan anak-anak. "Yang penting langkah antisipasinya. Dan kami telah mempersiapkan hal itu, " tegasnya.

Di sisi lain, Gubernur Imam Utomo meminta Dinas Kesehatan mengambil langkah-langkah guna mengatasi penyakit tersebut dengan cara sosialisasi ke masyarakat agar menjaga pola hidup sehat. "Agar tak menimbulkan korban makin banyak, saya minta Dinas Kesehatan memberikan penyuluhan ke masyarakat, khususnya dalam hal kebersihan lingkungan," ujarnya.

Dan khusus kepada korban yang menjalani perawatan di rumah sakit Pemprov Jatim, pihaknya membebaskan biaya perawatan.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Medik RSUD Dr Soetomo Surabaya Dr Teguh S menyatakan, di antara para korban meninggal serangan diare ini berkondisi fatal karena gagal napas atau rusaknya beberapa organ vital tubuh korban. Hal ini terjadi akibat dehidrasi berat yang disebabkan oleh diare akut. Kondisi tersebut sebenarnya dapat ditanggulangi, bila pasien segera diberi pengobatan atau dibawa ke rumah sakit terdekat.

"Jadi, sering pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi parah. Meskipun sudah berbagai cara untuk perawatan, nyawanya tak tertolong. Padahal, penyakit ini bisa dicegah dengan cara memberikan oralit atau memperbanyak minum sebagai pertolongan pertama. Tujuannya, mengganti cairan yang hilang," jelasnya. (G14-78t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA