logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Nopember 2004 NASIONAL
Line

Gus Mus Figur Ayomi Khitah NU

  • Jelang Muktamar di Solo

JAKARTA-Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Asrama Haji Donohudan Solo akhir November mendatang, persaingan kandidat ketua umum PBNU periode 2004-2009 sudah bermunculan. Nama KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) disebut-sebut bakal bersaing dengan KH Hasyim Muzadi yang kini menjabat Ketua Umum PBNU.

Sejumlah politikus muda NU, mantan ketua umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Nusron Wahid dan Chotibul Umam Wirano menyatakan, NU membutuhkan figur yang bisa menjaga Khitah NU 26, agar tidak lagi organisasi terbesar itu terseret pada politik praktis.

Figur yang mempunyai komitmen atas garis perjuangan NU itu, menurut Nusron Wahid yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (FPG), khitah jangan sampai hanya di tataran wacana. ''Sekarang masih menjadi wacana, belum dilaksanakan secara konsekuen,'' ujarnya, di Jakarta, kemarin.

Untuk menjaga khitah, menurutnya, muktamar tidak melakukan perekrutan pimpinan NU dari orang-orang yang terlibat politik praktis. ''Bagi warga NU yang terjun ke dunia politik harus ditempatkan dalam posisi yang sama, baik mereka yang di Golkar, PKB, maupun PPP.''

Figur yang dinilai mampu mengayomi khitah, menurut Nusron Wahid, adalah KH Mustofa Bisri yang selama ini jelas-jelas tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis. ''Gus Mus yang mampu mengayomi khitah. Gus Mus bisa dipasangkan dengan Fajrul Falah sebagai sekjen PBNU.''

Seperti diketahui, hingga kini nama Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi disebut-sebut kandidat yang paling kuat untuk maju menjadi ketua umum tanfidiyah pada Muktamar Ke-31 di Asarama Haji Donohudan Solo.

Alternatif Gus Dur

Diperkirakan mantan ketua umum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi calon alternatif dan akan terjun kembali jika tidak ada kandidat yang signifikan menandingi calon wapres Hasyim Muzadi. Demikian keterangan yang dihimpun dari sejumlah kader NU di Jakarta, kemarin.

Tokoh muda NU asal Jateng Chotibul Umam, misalnya, menilai sampai sekarang Gus Dur masih belum menyampaikan akan maju lagi ke pemilihan mendatang. Sedangkan nama-nama yang mencoba dilontarkan masih belum bisa menandingi Hasyim Muzadi seperti Dr Cecep Syarifuddin dan Dr Manarul Hidayat.

Dia mengakui, Hasyim Muzadi karena posisinya sebagai Ketua Umum Tanfidiyah PBNU, sekarang adalah kandidat yang cukup kuat karena menguasai dan memiliki jaringan NU secara struktural. ''Karena posisinya, dukungan masih banyak,'' ujarnya.

Karena itu, menurut Umam, jika tidak ada kandidat yang bisa menandingi Hasyim Muzadi pada muktamar mendatang, diprediksi Gus Dur akan turun kembali terjun dalam pemilihan pada muktamar akhir November sampai awal Desember 2004.

Sedangkan disebut-sebutnya KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Umam mengakui, kiai Rembang itu posisinya sudah di Rais Syuriah. ''Posisinya bukan lagi di Tanfidiyah, tapi di Syuriah,'' ujarnya.

Turunnya kembali Gus Dur menjadi calon ketua Tanfidiyah, akan cukup signifikan mengimbangi Hasyim Muzadi, karena pengaruh Gus Dur baik di kalangan NU struktural maupun kultural cukup besar. ''Bahkan, di Jawa Timur, banyak yang masih ikut Gus Dur,''ujarnya.

Gus Dur pun dalam satu kesempatan membantah hal itu.

Namun menurut keterangan di Kantor PBNU, kembalinya Gus Dur untuk memimpin PBNU sangat santer, sehingga kandidat yang tidak memiliki nama besar seperti Gus Dur, enggan untuk menyampaikan pencalonannya.(di-78t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA