| Kamis, 11 Nopember 2004 | NASIONAL |
Waspadai Bajing LoncatDI SAMPING mengawasi kelancaran arus lalu lintas saat mudik, jajaran Polwil Pekalongan akan mewaspadai dan memantau pengamanan lebih ketat terhadap pengguna jalan di jalur pantura. Pengamanan seperti ini dilakukan terkait dengan kemerebakan bajing loncat yang beraksi dan berkeliaran di jalur tersebut. Daerah yang dianggap rawan bajing loncat meliputi Kabupaten Brebes (Jalan Raya Bangsri Wanasari, Tanjung, dan Losari) dan Kota Tegal (sepanjang jalur pantura dari Kedung Kelor hingga Kramat Km 139-154 arah Kota Semarang ke Cirebon). Daerah lain yang rawan adalah di Kabupaten Pemalang (Jalan Raya Ujung Gede, Ampel Gading Km 121-127 arah Semarang-Cirebon). Di Kabupaten Batang, yang perlu mendapatkan pengamanan ketat di Jalan Lingkar Selatan Plelen, Gringsing. Sementara itu, Kota Tegal, Kabupaten dan Kota Pekalongan termasuk kategori aman bajing loncat. Kasubag Reskrim Polwil Pekalongan AKP Budi Prayitno mengemukakan, pihaknya juga akan menyiapkan pengamanan di sepanjang jalur pantura dan terminal. Langkah ini ditempuh agar para pengguna jalan dapat menikmati perjalanannya dengan aman dan tenang. Agar tidak memancing bajing loncat beraksi, Budi berharap para pengguna jalan berhati-hati saat melakukan perjalanan. Menghadapi Lebaran tahun ini, Polresta Pekalongan juga menyiapkan beberapa jalur alternatif. Jalur alternatif dari arah Semarang-Jakarta yang pertama akan dimulai dari pertigaan Baros ke kiri sampai perempatan Duwet Lurus - Pasar Warung Asem ke kanan. Selanjutnya dari pertigaan Desa Gapuro ke kanan -pertigaan Desa Watu Salam ke Kanan-lampu traffic light - pertigaan Medono ke kanan. Lalu dari pertigaan Jalan Raya Karya Bakti belok kiri - Jalan Dharma Bakti ke kiri, dan Jalan Jenderal Sudirman ke arah Jakarta. Jalur alternatif kedua akan dilewatkan pertigaan Gapura Batang lurus menuju ke Jalan Cokro Aminoto - Jalan Jenderal Sudirman dan ke arah Jakarta. Jalur alternatif ketiga dimulai dari pertigaan Medono lurus ke pertigaan Bina Griya ke kiri selanjutnya menuju ke pertigaan Jalan Bina Griya Raya. Dari jalan tersebut, pengguna jalan akan melewati Jalan KH Ahmad Dahlan ke kanan - Jalan Raya Tirto ke kiri hingga menuju ke Jakarta. Untuk jalur alternatif dari arah Jakarta - Semarang mulai dari pertigaan Jalan Imam Bonjol - Simpanglima Kadipolo lurus hingga ke Jalan Diponegoro. Selanjutnya dari Jalan Jetayu ke arah kanan - pertigaan R Saleh serta melewati jembatan ke kiri menuju ke Jalan Pati Unus. Dari pertigaan Jalan Teratai ke kanan - perempatan Jalan Seruni ke kiri dan menuju ke Batang. Nurwitomo mengemukakan, pihaknya juga menyiapkan pos pelayanan yang disiapkan di lima tempat, antara lain Pos Pelayanan 01 (depan terminal bus Pekalongan atau di Jalan Raya Baros), Pos Pelayanan 02 (depan Mall Matahari atau Jalan Dokter Cipto), Pos Pelayanan 03 ditempatkan Jalan Pemuda depan THR, Pos Pelayanan 04 di Jalan Gajah Mada (depan Stasiun KA), dan Pos Pelayanan 05 di Jalan Raya Pacar. Kasubag Lantas Polwil Pekalongan Kompol Indra mengungkapkan, di wilayah Karesidenan Pekalongan, saat ini ada enam daerah yang mempunyai pasar tumpah, antara lain Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Batang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kota Tegal. Polwil Pekalongan telah membuat beberapa jalur alternatif yang bisa untuk mengantisipasi kemacetan, antara lain di Kabupaten Brebes, yaitu Losari, Ketanggungan, Bumiayu, dan Ajibarang. Jalur alternatif selanjutnya di Pejagan, Ketanggungan, Bumiayu, dan Ajibarang. Juga di daerah Bulakamba, Sitanggal, Larangan, Bumiayu, dan Ajibarang serta di Brebes, Jatibarang, Songgom, Bumiayu hingga ke Ajibarang. Untuk jalur alternatif di Kota Tegal dilewatkan Pos Maya, Jalan KPT Sudibyo, rel kereta api Dukuhturi lalu ke Slawi. Bila melewati Kota Bahari bisa melalui Jalan KPT Sudibyo, Jalan KS Tubun, Talang menuju ke Slawi. Untuk Kabupaten Tegal, jalur alternatif yang bisa dilewati meliputi Kramat, Pangkah, Slawi, Bumiayu lalu ke Ajibarang. Jalur lain melewati Pasar Surodadi, Bader, Balamoa, Slawi, dan Jatibarang. Untuk wilayah Kabupaten Pemalang, pengguna kendaraan bisa lewat jalur alternatif mulai dari Pemalang, Bantarbolang, Randudongkal, Bobotsari, dan Purbalingga. Jalur lain dari jembatan Comal, Ampelgading, Cibelok hingga ke Pemalang. Pengemudi yang ingin lewat Kabupaten Pekalongan tapi jalur pantura macet, bisa lewat Wiradesa, Bojong-Kajen, Linggo-Paninggaran, Kalibening-Banjarnegara. Selanjutnya mereka juga bisa lewat arah Pekalongan-Kedungwuni, Kajen, Linggo, Paninggaran, Kalibening, dan Banjarnegara. Jalur alternatif terakhir yang dapat digunakan adalah Jalan Merdeka, Imam Bonjol, Manggis, Salak, Bandung, Seruni hingga ke Kabupaten Batang. Di Batang, pengguna jalan akan melewati jalur alternatif mulai dari Batang, Wanatunggal, Bandar, Blado, Reban, Bawang sampai Sukorejo. Selanjutnya dari Tulis, Segayung, Bandar, Sidangkrong, Limpung, dan Timbang. Untuk lokasi rawan kecelakaan, Polwil Pekalongan sudah meneliti. Hasilnya, ada tujuh daerah yang diperkirakan rawan. Di Kabupaten Brebes, antara lain Jalan Raya Losari Km 201-203, Jalan Raya Tanjung Km 198-199, dan Jalan Raya Bulakparen Km 191 (semua jalur Semarang ke Cirebon). Lokasi lain di kota penghasil telur asin itu adalah Jalan Raya-Songgom Km 15 (jalur Pejagan-Prupuk), dan Jalan Raya Siregol Km 210 (Jalur Semarang ke Purwokerto). Di Kabupaten Tegal meliputi Jalan Raya Surodadi Km 150, Sidoarjo Km 153,5, Bojongsana Km 147, Padaharja Km 160, dan Jalan Raya Mujungagung Km 158. Semua lokasi tersebut dari arah Semarang ke Cirebon. Di Kota Tegal, lokasi rawan kecelakaan di Jalan Dokter Wahidin dan Jalan Raya Pesurungan Km 169-177. Di Kabupaten Pemalang, antara lain Jalan Raya Ulujami Km 115-118, Comal Km 118-121, Petarukan Km 124-127, Jalan Lingkar Utara Km 131-132, dan Jalan Raya Sugihwaras Km 138. Kabupaten Pekalongan hanya memiliki dua lokasi rawan kecelakaan, yakni di Jalan Raya Rembun Km 114,5 dan Wiradesa Km 138. Untuk Kota Pekalongan ada dua lokasi, yakni Jalan Raya Baros Km 95,5 dan Jalan Gajah Mada Wiradesa Km 108. Daerah lain yang diperkirakan rawan adalah Kabupaten Batang, yaitu di Jalan Raya Gringsing Km 54-57 dan Jalan Raya Subah 74-77. (M Achid Nugroho, Trias Purwadi, Muhammad Burhan, Dwi Ariadi-83j) |