logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Nopember 2004 NASIONAL
Line

KA Tambahan Disiapkan

BANDUNG - PT KAI Daop II Bandung memberangkatkan KA tambahan kelas ekonomi dari Stasiun Kiaracondong tujuan Surabaya untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pemudik yang diperkirakan mulai menggeliat pada hari ini.

KA yang diberangkatkan pada pukul 09.00 itu akan membawa rangkaian enam kereta berkapasitas 1.000 penumpang. Mengacu pada pengalaman musim Lebaran tahun lalu, puncak arus mudik terjadi pada H-3 sebanyak 11.451 penumpang.

Perkiraan itu kemungkinan tidak meleset, sebab ada kabar pabrik-pabrik di Bandung sudah meliburkan karyawannya. PT KAI pun siap mengantisipasinya mengingat per hari mereka menyediakan kapasitas angkut mencapai 12.000 orang.

Gelombang arus mudik dari Bandung menuju kota-kota di Jateng dan Jatim masih belum menunjukkan peningkatan berarti. Jumlah pemudik yang menggunakan jasa kereta api dan bus masih mampu diangkut armada.

Kecuali 2 KA eksekutif yang tidak memperbolehkan membawa penumpang berdiri, yakni KA Argowilis dan Turangga jurusan Surabaya, emplasemen Stasiun Bandung juga memberangkatkan 2 KA bisnis, yakni Mutiara Selatan jurusan Surabaya dan Lodaya ke Solo.

Kedua KA ini memperbolehkan toleransi hingga 25 persen. Namun dari pemantauan kemarin, masih jarang penumpang yang menggelar tikar di lorong-lorong kereta karena tidak kebagian tempat duduk.

Begitu pun pemberangkatan KA kelas ekonomi dari Stasiun Kiaracondong. Tiga KA yakni Kutojaya Selatan jurusan Kutoarjo, KA Kahuripan ke Kediri, dan KA Pasundan tujuan Surabaya masih menyisakan celah-celah untuk diisi penumpang.

Memang sudah banyak penumpang yang berdiri terutama di bordes. ìTapi semuanya kan terangkut. Lagi pula belum ada penumpang yang mengambil tempat di WC,î seloroh Humas Daop II Bandung Sukendar Mulya saat di Stasiun Kiaracondong.

Hingga H-5, jumlah pemudik yang meninggalkan Bandung berdasarkan catatan Posko Lebaran di Stasiun Besar Bandung sudah mencapai 52.230 orang. Pergerakan dari H-10 hingga H-5 begitu fluktuatif. Jika pada H-7 hingga H-6 jumlah penumpang antara 10.637 dan 10.219, namun pada H-5 anjlok ke angka 7714 penumpang. Total jumlah penumpang tiap kelas eksekutif mencapai 19.183 pemudik, bisnis 16.695 orang, serta ekonomi baru mencapai angka 16.352 penumpang.

Dari terminal bus Cicaheum Bandung, pergerakan penumpang antarkota antarprovinsi (AKAP) belum pula menunjukkan kondisi yang signifikan. Untuk AKAP, tujuan favorit adalah menuju Purwokerto yang bisa menyita pengerahan bus hingga 60-90 unit. ìKok aneh, pada H-4 jumlahnya belum meningkat, padahal tahun sebelumnya sudah meluber,î kata Kepala Terminal, Subarjono.(dwi-78t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA