logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Nopember 2004 NASIONAL
Line

Senang Bisa Mudik Gratis


MUDIK BARENG: Menhub Hatta Rajasa bersama Dirut PT Jamu Sido Muncul Irwan Hidayat melepas ribuan karyawan, agen, dan dan pengecer jamu Sido Muncul dalam acara mudik bareng di Jakarta. Setiap menjelang lebaran, mereka melakukan mudik bersama atas biaya perusahaan jamu tersebut.  (79)

JAKARTA - Mewakili 14.000-an peserta Mudik Gratis Sido Muncul, Suryamin, pedagang jamu asal Wonogiri yang menjadi salah seorang peserta mudik gratis mengaku dia bersama keluarga, kerabat, dan rekan-rekannya sekampung halamannya sangat bahagia bisa mudik gratis dan nyaman.

''Kami biasa didera kesulitan, kami selalu harus kerja keras. Kami mendapat kenikmatan setiap tahun dengan pulang gratis tanpa harus untel-untelan. Karena itu, kami minta agar pemerintah mendorong perusahaan lain menggelar mudik gratis karena sangat besar manfaatnya.''

Hal itu dilontarkan Suryamin saat didaulat sesama pedagang jamu untuk menyampaikan unek-uneknya saat berbicara di atas podium sebelum pelepasan 14.400 pedagang jamu dan keluarga ditambah 1.000-an pedagang asong yang digelar PT Sido Muncul di halaman parkir Arena Pekan Raya Jakarta, Rabu pagi kemarin.

Lebih jauh Suryamin mengatakan, adanya mudik gratis itu sangat membahagiakan dirinya dan keluarga. Karena dengan demikian, setiap kali menghadapi Lebaran, dia tidak perlu bersusah payah mencari tiket mudik.

''Kami cuma konsentrasi pada upaya mencari nafkah saja. Sebab sejak tiga bulan lalu, kami sudah terdaftar sebagai pemudik peserta gratis. Kan enak tenan,'' ucapnya menirukan salah satu iklan produk Sido Muncul.

Dia menyebutkan, dia beserta sejumlah temannya sesama penjual jamu sudah berulang-ulang mengikuti program Mudik Gratis Sido Muncul. ''Ke berapa kalinya saya lupa tapi jelas lebih dari enam kali,'' ujar dia.

Dia menunjuk sejumlah kenalannya sesama penjual jamu dari Cirebon yang sudah belasan kali ikut program mudik ini. "Bagi mereka, sepertinya sudah tradisi. Kalau mudik Lebaran selalu ikut program mudik gratis ini,'' ucapnya.

Dia menunjuk rekan-rekan penjual jamu asal Wonogiri, Sukoharjo, Banjarnegara, dan Solo yang selalu mudik bersamaan. Hal yang sama, imbuh dia, juga dilakukan para penjual jamu dan keluarganya yang berasal dari Tegal.(78j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA