| Kamis, 11 Nopember 2004 | NASIONAL |
Dua Menteri Hadiri Rapat DPR
JAKARTA-Setelah konflik antara Koalisi Kerakyatan dan Koalisi Kebangsaan di DPR RI mereda, pemerintah memenuhi janjinya untuk mengizinkan menteri memenuhi undangan legislatif guna rapat kerja. Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro menjadi menteri pertama yang mengikuti rapat dengan DPR. Keduanya, Rabu kemarin, memenuhi undangan rapat kerja dengan DPR menyusul berakhirnya konflik internal soal perebutan jabatan pimpinan komisi serta usulan interpelasi yang sempat ricuh sebelumnya. Sofyan Djalil memenuhi undangan rapat dengan Komisi I, sedangkan Purnomo rapat dengan Komisi VII. Komisi I membidangi masalah pertahanan, luar negeri, dan informasi. Sedangkan Komisi VII membidangi masalah energi dan sumber daya mineral, riset, dan teknologi, serta lingkungan hidup. Rapat kerja Komisi I dengan Menneg Kominfo dipimpin Ketua Komisi I DPR Theo Sambuaga. Acara itu lancar, dimulai perkenalan. Theo memperkenalkan seluruh anggota Komisi I yang lengkap dihadiri oleh seluruh fraksi. Begitu pula Sofyan Djalil yang memperkenalkan seluruh jajaran Kementerian Komunikasi dan Informasi. "Saya merasa terhormat menjadi menteri pertama yang hadir dalam rapat kerja dengan DPR," kata Sofyan. Molor Acara raker Komisi I dengan Sofyan Djalil yang semestinya dimulai pukul 10.00, terpaksa tidak dilangsungkan sesuai dengan jadwal, karena dari 46 anggota Komisi I, baru 12 orang yang hadir. Mereka yang hadir sebelum pukul 10.00 itu 11 orang dari Koalisi Kebangsaan dan satu orang dari Koalisi Kerakyatan. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya rapat kerja tetap berlangsung. Anggota yang tergabung dalam Koalisi Kerakyatan hanya sedikit yang hadir, sedangkan anggota yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan hampir semuanya hadir. Jumlah peserta rapat kerja dari pihak Menteri Negara Komunikasi dan Informasi sebanyak 51 orang, sehingga kursi yang disediakan bagi pemerintah terisi penuh, sedangkan kursi-kursi untuk anggota Komisi I sebagian besar kosong. Pada kesempatan itu Sofyan Djalil menjawab sejumlah pertanyaan anggota Komisi I, antara lain, menyangkut anggaran. Seperti diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa malam, telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajaran pemerintahan baik menteri maupun pejabat setingkat menteri untuk melaksanakan tugas kemitraan dengan DPR. Instruksi disampaikan melalui Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra yang telah mengeluarkan surat edaran dengan nomor R74/M/Sesneg/IX/2004 kepada para menteri dan pejabat tinggi lainnya tentang izin untuk melakukan hubungan kemitraan dengan DPR. Sebelumnya, Presiden memberikan kesempatan kepada pimpinan DPR untuk menyelesaikan konflik internal DPR sebelum rapat-rapat komisi dengan pemerintah. Keadaan seperti di Komisi I juga berlangsung di Komisi VII yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VII, Misbah Hidayat. Setelah perkenalan, Komisi VII dan Purnomo Yusgiantoro membahas persiapan menghadapi Lebaran tahun ini. Tapi rapat tertunda karena dari 49 anggota baru 17 anggota DPR yang hadir. Rapat lain yang tertunda karena belum kuorum adalah rapat dengar pendapat Komisi VIII dengan Pusat Kajian Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia dan rapat dengar pendapat umum Komisi X dengan Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Iwan Fals, Sarlito Wirawan, dan Dita Indah Sari. Setelah menunggu sekitar 30 menit, raker antara Menteri Purnomo Yusgiantoro dan Komisi VII DPR akhirnya jadi dilaksanakan. Rapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII, Lalu Misbah Hidayat, karena Ketua Komisi Agusman Effendi sedang umrah. Jumlah anggota DPR yang hadir 27 orang dan pimpinan 3 orang. Dalam rapat ini Menteri didampingi jajaran eselon I dan II Departemen ESDM membahas mengenai persiapan pasokan BBM dan keamanan pasokan listrik menghadapi Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru. (di-33t) |