| Kamis, 11 Nopember 2004 | MURIA |
Diwaspadai, Residivis yang MudikKUDUS - Pengamanan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Pantura Timur yang menjadi wilayah kerja Polwil Pati, selama arus mudik dan balik Lebaran 2004, dititikberatkan pada antisipasi menghadapi munculnya bajing luncat dan pencurian dengan kekerasan (curat). Prioritas tersebut dioptimalkan tanpa mengurangi fungsi pengamanan arus mudik dan balik yang melewati jalur utama di lingkup intitusi tersebut. Kapolwil Pati Kombes Polisi Suhartono, mengemukakan hal itu kepada Suara Merdeka ketika memberikan bingkisan kepada anggotanya yang bertugas di Poskotis Gondoarum, Kecamatan Jekulo, Kudus, pada Senin malam (8/11) lalu. Lebih lanjut, Kapolwil yang didampingi oleh Kapolres Kudus AKBP Drs Bimo Anggoro Seno, dan Kasubbag Lantas Kompol Taufiq SIK mengemukakan, prioritas pengamanan tersebut didasarkan kenyataan bahwa selama proses mudik itu, kemungkinan akan ikut serta pula sejumlah penjahat kambuhan (residivis) ke kampung halamannya. ''Mereka bisa saja membuat gara-gara di tempat asalnya,'' kata Suhartono. Untuk mengantisipasi hal itu, lanjut Kapolwil, pihaknya telah melakukan tindakan persuasif berupa penyuluhan kepada masyarakat melalui kerja sama dengan perangkat desa yang ada. Selain itu, di masing - masing Polres secara intensif telah melakukan razia senjata tajam (sajam) di tempat-tempat umum yang dikhawatirkan akan menimbulkan kerawanan. Ia juga menambahkan, untuk Polres Kudus saja telah berhasil merazia 10.000 sajam, Polres Rembang 9.000 sajam, dan Polres Pati 7.000 sajam, sebelum operasi pengamanan Lebaran 2004 ini dimulai. Sedangkan untuk pengamanan arus lalu lintas, Polwil Pati telah membentuk 16 Pos Komando Strategis (Poskotis) di sepanjang jalur utama Pantura timur dan 14 Pos Kotis pada jalur menuju ke wilayah selatan. ''Jika warga menemukan kendala selama perjalan mudik di wilayah kami, dapat segera meminta bantuan pada Poskotis terdekat,'' jelasnya. Pada setiap pos, ungkap dia, berisi sembilan personel polisi dan sembilan personel dari lintas sektoral (Linsek), ditambah bantuan tenaga dari Saka Bayangkara pada siang harinya. Mereka akan disiagakan selama 24 jam penuh dengan tiga shift kerja setiap harinya. Dengan adanya Poskotis tersebut, lanjut Kapolwil, selain akan mengamankan arus lalu lintas mudik dan balik serta situasi Kamtibmas, juga ditujukan untuk meminimalisasi masuknya mobil curian ke wilayah Polwil Pati. ''Kita juga telah menyiagakan tiga unit Resmob pada tiga titik perbatasan, yaitu di wilayah Sarang, Cepu, dan Grobogan, untuk mengantisipasi hal tersebut.'' (ton/ad-15) |