| Kamis, 11 Nopember 2004 | MURIA |
Belum Ada Gambaran Tersangka
JEPARA - Kasus hilangnya uang THR guru sekolah dasar di Kecamatan Kembang, Jepara, belum ditemukan titik terang ke arah tersangka pelaku. Uang yang raib dalam perjalanan di jalan raya Dukuh Kekacer, Desa Sinanggul, Mlonggo sebesar Rp 146 juta (bukan Rp 148 juta seperti yang tertulis kemarin) pada Senin (8/11) lalu, akan dibagikan kepada 292 guru dan pegawai (bukan 276 orang) di Kantor Cabang Dinas P dan K Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Perinciannya, 275 guru PNS, 15 guru bantu, dan 2 pegawai kontrak yang bertugas sebagai staf administrasi kantor cabang dinas. ''Kami akan terus mengusut dan mengembangkan penyelidikan kasus ini, hingga terkuak siapa yang mengambil uang tersebut,'' tegas Kapolsek Mlonggo Ajun Komisaris Polisi (AKP) IDG Mahendra, di Mapolsek Mlonggo, Rabu kemarin. Dikatakan, sejauh ini pihaknya telah meminta keterangan kepada lima orang saksi, termasuk dua orang saksi pelapor yang membawa uang tersebut. Dua orang saksi pelapor adalah Bendahara Cabang Dinas P dan K Kecamatan Kembang Sunarto (50) warga Desa Balong RT 3 /RW V, Kecamatan Kembang, dan staf bagian sarana prasarana di instansi yang sama Sudji Setyotomo (47), bukan Suji Utomo (seperti yang tertulis dalam berita kemarin) warga Desa Cepogo RT 02 /RW XII, Kecamatan Kembang. Sedangkan tiga saksi lainnya adalah mereka yang berada di lokasi tambal ban Dukuh Sekacer, Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, yang berjarak hanya sekitar 2 meter dari mobil Katana putih Nopol H 7132 BS tempat uang Rp 146 juta tersebut. Dari keterangan sementara saksi-saksi yang ada, belum ditemukan petunjuk jelas mengenai siapa dan bagaimana uang tersebut hilang. Kepala Cabang Dinas P dan K Kecamatan Kembang Drs Suwondo, selaku atasan saksi pelapor, juga sudah dimintai keterangan Mahendra menambahkan, masih akan meminta keterangan saksi lain dari lokasi penggantian ban mobil kali pertama, tepatnya di jalan raya Jepara-Bangsri sebelah timur SD Pengkol Kelurahan Pengkol Kecamatan Jepara, atau sekitar 1 km dari Bank BPD Jl Pemuda, tempat pencairan uang. Mobil Terkunci Sementara itu, Sunarto dan Sudji Setyotomo saat ditemui Suara Merdeka di Kantor Polsek Mlonggo kemarin mengatakan, saat penggantian ban di Pengkol dan saat penambalan ban di Dukuh Sekacer, kondisi pintu mobil dalam keadaan terkunci. ''Baik daun pintu maupun kaca pintu semuanya terkunci saat kami turun dan kami tinggal menambalkan ban,'' jelas Sunarto. Secara detail, Sunarto yang didampingi Sudji Setyotomo menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Pukul 11.30 keduanya mencairkan cek senilai Rp 146 juta dari Dinas P dan K Kabupaten di BPD Jl Pemuda. setelah sampai di Pengkol ban bagian belakang kiri tiba-tiba kempes. Lalu diganti berdua. Saat mengganti ban, pintu mobil berikut kacanya dikunci Sunarto. Setelah beres, mereka berdua masuk dan sebelum berangkat Sunarto sempat memastikan uang dalam kresek yang ia taruh dibawah jok tempat duduk Sudji S masih utuh. ''Saat dilokasi tersebut saya melihat ada pria berjaket sedang bercermin di kaca mobil kami,'' kata Sudji S. Mereka lantas melanjutkan perjalanan. Sesampainyadi Dukuh Sekacer, sekitar 8 km dari Pengkol, ban yang sama kembali bocor. Keduanya turun, Sunarto membawa ban bocor untuk ditambal ke bengkel yang berjarak sekitar 400 meter arah utara dari mobilnya. Sementara Sudji S menunggui mobil itu dari jarak sekitar dua meter. ''Saya tak melihat ada orang yang mengambil uang di dalam mobil,'' kata Sudji S. Selang 30 menit, Sunarto kembali dan memasang ban yang tertambal. Namun saat hendak membuka pintu mobil, kuncinya sudah rusak dan pintu bisa dibuka tanpa harus dikunsi terlebih dulu. Saat mengecek uang, ia terkejut karena sudah hilang. ''Seketika itu kami berdua langsung melapor ke Polsek Mlonggo,'' kata Sunarto. AKP Mahendra juga membenarkan, kunci pintu mobil telah rusak. ''Ya, sedikit rusak,'' katanya. (mds,kar-15) |