| Kamis, 11 Nopember 2004 | SEMARANG |
Sekelompok Orang Rusak 22 Makam
KENDAL - Sebanyak 22 makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Surodadi, Desa Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung, Kendal dirusak sekelompok orang yang tak bertanggung jawab. Aksi itu baru diketahui warga pada Minggu (7/11) pagi. Belum diketahui pasti latar belakang perusakan puluhan makam tersebut. Hingga Senin (9/11) kemarin, aparat kepolisian belum menahan seorang pun tersangka dalam kasus itu. Kondisi ini meresahkan 14 ahli waris makam tersebut. Mereka berharap, polisi bertindak tegas terhadap para pelakunya. ''Kami tak menginginkan kejadian seperti ini kembali terulang. Hingga saat ini, kami tidak merasa bahwa kasus perusakan berbau SARA namun lebih cenderung ke perbuatan kriminal. Karena itu, pelakunya harus ditindak tegas,'' kata FX Turman (35), salah seorang ahli waris, kemarin. Kepala Dusun Sekecer, Desa Surokonto Wetan itu menuturkan, kali pertama peristiwa perusakan diketahui oleh seorang warganya, Riwondo (30), pada Minggu pagi. ''Riwondo curiga ketika melihat beberapa patok makam bertebaran di kebun tebu, samping TPU. Seketika itu dia mengecek ke dalam makam dan mendapati puluhan makam telah dirusak. Saya memperkirakan, perusakan pada Sabtu malam seusai hujan deras.'' Makam-makan yang dirusak itu, lanjut dia, secara terperinci berupa delapan makam yang di atasnya dibangun kijing, tujuh makam di atasnya berupa nisan kayu, dan tujuh lainnya berupa nisan cor semen. Berdasarkan pangamatan, makam yang telah dibangun kijing dan nisan cor semen diduga dirusak menggunakan benda keras seperti martil. Sementara itu, nisan dari kayu hanya dicabut dari tanah. Lokasi makam yang dirusak berada tersebar dan terpisah-pisah di area TPU. Musyawarah ''Baru sepekan silam saya membangun kijing di atas makam ayah dan ibu mertua. Saya tidak mengira jika ada yang merusaknya. Hinga hari ini, saya belum berencana untuk membangun makam mertua kembali, khawatir nanti dirusak lagi. Untuk itu, kami berharap aparat kepolisian menyikapi hal ini dengan serius,'' ungkap Darmandi (40), perantau asal Kecamatan Okui, Kabupaten Palalangan, Riau yang beberapa waktu pulang khusus untuk membangun makam mertuanya itu. Camat Pageruyung Drs Kurdi saat diminta tanggapan mengatakan, jajaran Muspika dan Kepala KUA Pageruyung telah berembuk dengan Kades Surokonto Wetan beserta jajarannya. ''Upaya ini untuk menciptakan suasana kondusif di desa itu. Kami juga telah mengecek makam dan memang ada perusakan terhadap 22 makam di sana.'' Untuk menangkap pelaku, pihaknya cukup mengalami kesulitan, terlebih lagi tidak ada saksi. ''Meski demikian, kami tetap akan mencari solusi. Muspika bersama Ketua KUA Pageruyung pada Rabu (10/11) akan bermusyawarah dengan Kepala Desa, perangkat desa, para tokoh masyarakat, serta tokoh agama baik Islam maupun Nasrani. Tujuannya adalah menciptakan iklim kondusif. Hasil rapat akan disepakati, misalnya berdamai atau mengusut pelaku perusakan. Kami berharap, kasus ini bisa diselesaikan lewat jalan damai,'' paparnya.(G15-84j) |