| Kamis, 11 Nopember 2004 | EKONOMI |
Penjualan Emas MelonjakSEMARANG-Sebagaimana prediksi sebelumnya, permintaan emas lima hari menjelang Lebaran mulai melonjak. Jika pada pertengahan Ramadan lalu persentase transaksi logam mulia itu hanya naik sekitar 5%-10%, maka sejak Selasa lalu meningkat hingga 100% dari hari biasa. Pembeli tampak tidak terpengaruh oleh kenaikan harga. "Harga emas akhir-akhir ini memang terus naik. Tapi karena belanja emas sudah menjadi tradisi tiap Lebaran, pembeli tetap saja berdatangan," ungkap Bambang Yuwono, Ketua Asosiasi Pedagang Emas dan Permata Indonesia (Apepi) Semarang, kemarin. Harga emas standar kemarin tercatat Rp 125.500/gram atau terus merambat dari posisi beberapa hari lalu yang dijual Rp 123.000 atau Rp 122.5000/gram. Kenaikan harga emas, kata dia, dipengaruhi oleh harga emas dunia yang diperdagangkan 433,28 dolar AS/troy once. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih terus bertahan di kisaran Rp 9.000 atau tepatnya mencapai Rp 9.028/dolar AS kemarin. Potensi emas sebagai investasi juga kelihatan mulai pulih. Hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat pengembalian yang cenderung menurun. Dua pekan menjelang Lebaran lalu ia mengatakan perbandingan antara pembelian dan pengembalian emas sembilan banding satu. "Tapi seminggu setelah Lebaran nanti permintaan emas kemungkinan kembali turun sebagaimana sebelum bulan puasa," ujarnya. Meski jumlah pembeli dari kalangan menengah ke atas tidak naik berarti, jika dibandingkan dengan pembeli kalangan menengah ke bawah ternyata masih seimbang. Umumnya kalangan berduit lebih menyukai perhiasan dalam gram besar dan berlian, sedangkan kalangan menengah ke bawah lebih banyak membeli perhiasan yang beratnya kurang dari 10 gram. (rei-53) |