logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 11 Nopember 2004 EKONOMI
Line

Tak Ada Lonjakan Permintaan Elpiji

SEMARANG-Permintaan elpiji hingga empat hari menjelang Lebaran kemarin masih normal atau sama dengan hari-hari sebelumnya. Selain itu, perubahan perilaku konsumsi masyarakat selama bulan Ramadan ternyata tidak berpengaruh terhadap permintaan produk Pertamina itu.

''Sejauh ini tidak ada lonjakan permintaan yang berarti. Bahkan jika dibandingkan dengan hari-hari sebelum puasa sama,'' ujar Djarwadi, bagian pengiriman agen elpiji PT Tojadjene Jalan Soegiyopranoto Semarang, kemarin.

Menurut dia, peningkatan permintaan elpiji tak terjadi lantaran perubahan perilaku konsumsi masyarakat selama Ramadan tidak mendasar. Artinya, yang terjadi hanyalah perubahan pola memasak ibu-ibu rumah tangga dari siang menjadi malam hari.

Ia memperkirakan pada Lebaran nanti permintaan juga tidak akan meningkat cukup berarti. Namun tidak disebutkan berapa angka penjualan elpiji per hari di perusahaan tersebut.

''Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya memang tidak ada peningkatan,'' tandasnya.

Meski demikian, pihaknya sudah mengantisipasi apabila terjadi lonjakan permintaan dengan menambah stok. Di samping itu, pada libur Lebaran nanti perusahaan penyalur gas tersebut tetap beroperasi.

PT Pertamina Unit Pemasaran IV Jateng/DIY juga melakukan antisipasi dengan menambah stok hingga 10% dari kebutuhan normal sebagaimana pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Penambahan stok itu juga berlaku untuk jenis bahan bakar yang lain, yakni premium, solar, minyak tanah, avtur, dan lainnya.

"Pertumbuhan kebutuhan elpiji di Jateng memang tidak terlalu tinggi karena hanya kalangan masyarakat tertentu yang menggunakan. Namun Pertamina tetap melakukan antisipasi dengan menginstruksikan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) agar tetap buka,'' kata I Gusti Bagus Wisnu, Kepala Humas PT Pertamina Unit Pemasaran IV.

Ia menyebutkan rata-rata volume penjualan elpiji di Jateng 380 metriks ton per hari, sedangkan di DIY 92 metriks ton per hari. Penjualan itu dilayani oleh 62 agen elpiji, 6 SPPBE, dan 1 filling plant di Cilacap. ''SPPBE juga sudah diinstruksi supaya menambah stok secukupnya. Jadi masyarakat tak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan atau kekurangan pasokan,'' ujarnya. (G2-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA