| Kamis, 11 Nopember 2004 | EKONOMI |
Harga Ayam Mulai NaikSEMARANG-Meski harga ayam baik kampung maupun ras mulai merambat naik, pedagang mengaku permintaan belum seramai tahun lalu. Di Pasar Rejomulyo sejak tiga hari lalu ayam kampung diperdagangkan pada harga Rp 40 ribu-Rp 70 ribu/ekor, sedangkan ayam ras yang biasa dijual Rp 18.500 ribu telah naik hingga Rp 20 ribu/ekor. Mulyono, salah seorang pedagang ayam di Pasar Rejomulyo mengatakan tahun lalu permintaan ayam sudah meningkat sejak satu minggu menjelang Lebaran. Namun tahun ini meski Lebaran tinggal tiga hari permintaan hanya naik tipis. ''Mungkin pasar baru akan ramai Jumat dan Sabtu nanti. Semoga harganya juga tinggi. Kalau pasaran bagus maka ayam ras bisa laku sampai Rp 22 ribu/ekor,'' ujarnya berharap. Sumbodro, pedagang lainnya menambahkan harga ayam ras kemarin sudah naik Rp 500-Rp 1.500/ekor. Sehari menjelang Lebaran diperkirakan harganya akan mencapai Rp 22 ribu atau Rp 25 ribu/ekor. Harga jenis unggas lainnya tak mau ketinggalan. Itik, misalnya, ikut naik menjadi Rp 15 ribu-Rp 20 ribu/ekor dari semula berkisar Rp 10 ribu/ekor. ''Itik menjadi alternatif bagi mereka yang tidak mampu membeli ayam sehingga permintaannya juga naik,'' tutur Sumbodro. Meski permintaan belum ramai, ia memperkirakan penjualan ayam akan meningkat 2-3 kali lipat. Jika pada hari biasa omzenya 1-2 ton/hari maka menjelang Lebaran akan naik menjadi 4-6 ton/hari. Kenaikan harga ayam di Pasar Rejomulyo berimbas pada harga jual ayam di beberapa pasar kecil lainnya di Semarang. Pedagang ayam di Pasar Gayamsari, misalnya, menaikkan harga ayam ras menjadi Rp 22 ribu/ekor. Itu dilakukan karena harga beli dari Pasar Rejomulyo sudah Rp 20 ribu/ekor. Namun sejumlah pedagang masih memberi toleransi karena pembeli diperbolehkan menawar. (nik-53) |