| Selasa, 09 Nopember 2004 | SALA |
Delapan Kota Rawan MacetWONOGIRI- Paling tidak delapan ibu kota kecamatan di Kabupaten Wonogiri, berpotensi rawan macet karena problem arus lalu lintas yang ruwet. Hal itu dipicu dengan banyaknya angkutan umum dan mobil omprengan yang ngetem di jalanan, dan adanya pasar tumpah serta tidak dipatuhinya rambu-rambu pengatur lalu lintas. ''Ini harus mendapatkan penanganan serius, terlebih dalam rangka menyongsong keramaian angkutan Lebaran,'' kata Sekda Wonogiri Drs Mulyadi MM. Hal itu karena di luar keramaian Lebaran, terutama bila datang hari pasaran, situasi sudah ruwet dan macet. Kedelapan ibu kota kecamatan yang berpotensi macet itu terdiri atas Kecamatan Wonogiri Kota, Ngadirojo, Sidoharjo, Jatisrono, Slogohimo, Purwantoro, Baturetno, dan Pracimantoro. Di Wonogiri Kota, potensi kemacetan berada di sepanjang Jalan Pemuda depan Kantor Bappeda dan di terminal bayangan, depan Kantor Pertanahan (Agraria). Selebihnya, titik kemacetan terjadi di depan pasar dan depan terminal, karena dipicu oleh banyaknya angkutan umum dan mobil omprengan yang ngetem di tepi jalan. Para awak angkutan umum itu enggan masuk ke pelataran parkir terminal, dan mengabaikan keberadaan larangan rambu-rambu parkir atau larangan berhenti. Di sisi lain, juga dipicu adanya pasar tumpah yakni berupa kegiatan niaga bakul yang berada di luar pasar dan memilih di tepi jalan. Kepala Sub-Dinas Perhubungan Wonogiri E Suwargianto SH mengatakan, untuk mengantisipasi keruwetan dan ancaman kemacetan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polsek dan camat. ''Kami akan minta petugas pengatur lalin ditempatkan di titik-titik yang berpotensi macet,'' tegas Suwargianto. Buka-Tutup Menyikapi ancaman kemacetan arus lalu lintas Lebaran, Camat Baturetno Drs Sriyono MM mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi bersama Muspika dan komponen terkait lain. Juga disiapkan model pengaturan buka-tutup banyu mili (alir mengalir) agar terjadi penumpukan arus lalin. Bersamaan itu, disiapkan jalur alternatif untuk memecah kepadatan arus lalu lintas di saat mencapai puncak. Kapolres AKBP Drs Subandi SH minta, para Kapolsek dapat mengantisipasi rawan macet dengan sistem pengaturan buka-tutup dan menyiapkan jalan alternatif di wilayahnya. Seperti di pertigaan Kota Ngadirojo, dapat diantisipasi dengan pengaturan arus lalu lintas melalui jalur alternatif dengan disalurkan lewat jalan Gudang Kapuk depan Kantor Tunggal Daya. Kapolres mengatakan, titik rawan macet di saat keramaian Lebaran juga terjadi di ruas jalan depan objek wisata Waduk Gajahmungkur, yang biasa macet sampai Gunung Belah. (P27-85s) |