| Selasa, 09 Nopember 2004 | OLAHRAGA |
Hari-hari Chrisjon di Pertapaan (3-Habis)Sukses Tidak Terlepas dari DoaPADEPOKAN Villa Deo Gratias, tempat Chrisjon mempertajam ilmu bertinjunya sungguh kondusif untuk membentuk seorang ''pendekar'' tangguh. Lingkungannya seolah hanya mengajarkan kepada para penghuninya untuk belajar berkonsentrasi, suatu poin penting bagi sebuah pertarungan tinju. Tak hanya itu, tempat tersebut seolah membimbing pula penghuninya untuk selalu fokus atas apa yang tengah dilakukannya. Tak ada radio dan televisi di ruangan tempat Chrisjon menginap. Bila pun ada teve, terutama di malam hari, itu harus ditempuh setelah melewati desir angin pegunungan karena lokasinya yang terpisah. Selebihnya adalah suara-suara khas malam di tempat yang sunyi. Padepokan Villa Deo Gratis terdiri atas dua bangunan utama. Chrisjon dan rombongan menginap di bangunan yang lebih kecil dibandingkan bangunan induk, yang saat Suara Merdeka menengoknya beberapa bagiannya tengah direnovasi. Villa tersebut kabarnya dimiliki oleh petinggi Bank Buana, yang mempunyai perhatian terhadap tinju. Bangunan yang ditempati Chrisjon terletak di lantai bawah, terdiri dari tiga kamar dan satu ruang makan. Sementara lantai atas merupakan kapel (gereja kecil). Inilah mengapa tempat itu disebut tepat sebagai pembentukan ''pendekar'' tangguh baik secara batin maupun jasmani. Memanjatkan Doa Sebagai penganut katolik yang taat, Chrisjon selalu mengisi hari-hari berlatihnya dengan menyempatkan diri memanjatkan doa kepada Sang Khalik. Di sanalah dia berserah diri sekaligus menyampaikan perasaan dan keinginan yang tengah berkecamuk di hatinya. Selain itu, dia pun setiap Minggu melakukan kebaktian di gereja terdekat. ''Terus terang, dengan berdoa saya mendapatkan sesuatu yang luar biasa. Spirit yang saya dapat sungguh merupakan kekuatan yang saya butuhkan menjelang hari pertarungan. Kepercayaan diri saya dari hari ke hari semakin mantap,'' kata Chrisjon. Karena itulah Chrisjon mengaku perasaannya menjelang 3 Desember tidak kebat-kebit karena dihinggapi bayangan-bayangan yang tidak diinginkan. Dia memandang Derrick ''Smoke'' Gainer sebatas lawan yang harus ditaklukkan dalam sebuah pertarungan fair. ''Saya tidak punya perasaan seperti itu. Saya yakin atas apa yang saya lakukan. Saya sudah berusaha semampu yang saya dapat lakukan. Saya yakin bahwa Tuhan akan menolong, saya yakin atas usaha yang saya lakukan,'' katanya. Di kapel tersebut, Chrisjon mampu berdoa hingga 15-30 menit secara khusuk terutama di malam hari. Dia mencoba meraih spirit yang akan sangat membantunya dalam pertarungan yang menentukan itu. (Setiady Dwie-77) |