| Selasa, 09 Nopember 2004 | OLAHRAGA |
Yuslam Masuk Bursa Calon Ketua UmumSEMARANG- Bursa bakal calon (balon) Ketua Umum KONI Jateng bertambah marak setelah Gubernur Jateng H Mardiyanto dan Wagub Ali Mufiz tidak bersedia dicalonkan dalam Musorda KONI Jateng, 18-19 Desember mendatang. Setelah sebelumnya muncul nama - nama seperti Djoko Subroto, Ir HM Tamzil, HB Bahreisy Gozali, Murdoko SH, dan Bambang Husodo SH, kini muncul nama dr Yuslam Samihardja PAK SpTHT, yang sehari - harinya sebagai dokter KONI Jateng. ''Pengalamannya sangat luas. Pak Yuslam sudah berkiprah di KONI sejak dipimpin oleh Abdul Kadir (1987) sampai sekarang. Di olahraga dia belum pernah ada cacatnya. Sudah saatnya dr Yuslam diberi kepercayaan memimpin KONI Jateng,'' tutur wakil sekretaris Pengda PASI Jateng, Husain Effendi, semalam. Pembina Klub Atletik Pandanaran Semarang ini sudah lama kenal dengan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) ini. Sekitar tahun 1986, ketika kantor KONI masih di Trilomba Juang, dr Yuslam sudah menjadi karyawan KONI. ''Mengabdi di olahraga tanpa pamrih, tidak pernah mau menerima gaji selama menjadi dokter KONI. Di PON Palembang, dia juga membagi - bagi bonus kepada atlet yang berprestasi dengan uang pribadi,'' tandasnya. Karena itu, sudah saatnya orang dengan peengabdian besar di olahraga seperti Yuslam diberi kesempatan. Pengalaman lebih dari 20 tahun di KONI bisa menjadi pertimbangan tersendiri. ''Ketika Ruwiyati (pelari marathon-red) digosipkan mengindap penyakit pengeroposan tulang (osteoporosis), dr Yuslam yang membela mati-matian. Buktinya isu itu tidak terbukti. Sampai sekarang Ruwi masih sebagai pelari,'' tambah Husain. Kepedulian Sementara itu, Sekum Pengda PBVSI Jateng Sofyan T Dollo mengaku sudah cukup lama kenal dengan Yuslam. Persinya sejak ayah petenis nasional Yusmawan Fahmi ini menjadi Ketua Bidang Pembinaan PSIS, sebelum PSIS juara nasional Divisi Utama tahun 1987/1988. Menurutnya, kepedulian Yuslam terhadap olahraga tidak perlu diragukan lagi. Sewaktu masih aktif di PSIS, kompetisi Divisi I dan Divisi II rutin digelar, menghasilkan PS Undip juara III antarklub nasional. ''Setelah gubernur dan wakilnya tidak bersedia dicalonkan, saya kira peluang Yuslam cukup besar. Apalagi saat ini tinggal dua orang yang dicalonkan, yaitu HM Tamzil dan Bambang Husodo. Yang lain belum ada kesanggupan,'' jelasnya. Paling tidak, Yuslam sudah memiliki satu suara karena dokter itu juga menjadi ketua Pengda PPKORI, salah satu organisasi fungsional anggota KONI. ''Saya kenal Pak Yuslam sejak di PSIS 20-an tahun lalu. Kecintaannya terhadap atlet luar biasa. Mau mengeluarkan uang pribadi untuk kepentingan atlet.'' Selain tak bersedia menerima honornya sebagai pengurus KONI, setiap tahun Yuslam justru memberi paket lebaran kepada seluruh karyawan KONI. Masing - masing karyawan mendapat satu karung beras plus dua dus mie. (C16-77) |