| Selasa, 09 Nopember 2004 | NASIONAL |
Bekal untuk DPR
TIDAK terlalu sulit membedakan politikus dan pakar, meskipun keduanya kadang menjadi satu. Seorang pakar tetap saja diakui kehebatannya meski sudah tidak lagi menjadi menteri. Itulah yang dialami mantan menteri kelautan dan perikanan Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri, ketika dimintai masukan oleh Kelompok Fraksi (Poksi) IV DPR (bentukan Koalisi Kerakyatan), kemarin. Di depan anggota Poksi yang merupakan komisi tandingan dari komisi bentukan Koalisi Kebangsaan, Rokhmin bicara murni sebagai Guru Besar IPB. Secara garis besar dijelaskannya soal kelautan dan potensi perikanan Indonesia sebagai bekal pengetahuan anggota Dewan dalam rapat dengan menteri terkait. Para peserta pun seperti menikmati sesuatu hal baru yang belum banyak diketahuinya. Rohkmin, yang orang tuanya menjadi nelayan di daerah Cirebon, memesankan program yang perlu difokuskan DKP mendatang. Antara lain, mengembangkan perikanan budi daya yang masih menyimpan potensi tinggi. Mengendalikan perikanan tangkap karena di beberapa perairan sudah mengalami kelebihan tangkap. Selain itu, industri penunjang juga perlu digalakkan. Sehingga mesin kapal yang selama ini masih diimpor bisa dibuat di dalam negeri. (wa-58t) | ||||