| Selasa, 09 Nopember 2004 | NASIONAL |
Program Mudik GratisIbarat Menggelar Pesta dengan 15.000 UndanganTIGA hari menjelang Lebaran, 14.000-an pedagang jamu dan keluarganya akan mudik bersama-sama ke kampung halaman. Hanya berbeda dari para pemudik lainnya, mereka akan mengikuti program mudik gratis yang digelar PT Sido Muncul. Menurut Direktur Utama perusahaan itu, Irwan Hidayat, kegiatan tersebut merupakan yang ke-15. Irwan mengatakan, khusus tahun ini ada penambahan jumlah peserta, karena tahun ini perusahaan juga mengajak 1.000 pedagang asongan. Mereka akan diberangkatkan dari Jakarta dengan 185 bus, dari Tangerang 20 bus, Bogor 10 bus, Cikampek lima bus, dan Bandung 20 bus. Pemberangkatan akan dipusatkan di Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran. Rencananya dilepas Menteri Perhubungan Hatta Radjasa didampingi Dirjen Perhubungan Darat Iskandar Abubakar. Sebelum keberangkatan, pemudik bisa menikmati panggung hiburan yang akan menampilkan sejumlah artis nasional. Juga akan menghadirkan artis Rieke "Oneng" Dyah Pitaloka, grup musik Dewa, dan artis Doni Kusumah. Juga artis yang selama ini dikenal sebagai bintang iklan produk jamu Sido Muncul seperti Setiawan Djodi, Sophia Latjuba, Mayangsari, dan Timbul. Sampai penyelenggaraan ke-15, PT Sido Muncul sudah mendapatkan dua penghargaan, yakni dari Menteri Perhubungan Agum Gumelar dan Menakertrans Jacob Nuwa Wea. Penghargaan diberikan karena pemerintah menilai PT Sido Muncul banyak membantu pemerintah dalam menanggulangi masalah mudik Lebaran. Para pemudik yang diangkut bukan hanya mereka yang menjual jamu produk Sido Muncul, melainkan seluruh merek jamu tradisional. Tanpa syarat apa pun, asalkan mereka pedagang jamu, boleh menjadi peserta mudik gratis. PT Sido Muncul berani mengambil prakarsa menyelenggarakan mudik gratis terus-menerus setiap tahunnya, menurut Irwan Hidayat, karena hal itu tidak lepas dari rasa solidaritas dan keprihatinan perusahaan terhadap masalah sulitnya mendapatkan angkutan Lebaran bagi masyarakat bawah, terutama pedagang jamu. ''Hitung-hitung inilah hadiah Lebaran dari kami bagi para pedagang jamu yang selama ini merupakan mitra Sido Muncul. Kita sepakat bahwa tidak ada hadiah Lebaran yang lebih indah daripada bisa berkumpul dengan keluarga di kampung,'' ujar Irwan Hidayat. Kemauan Keberhasilan Sido Muncul secara kontinu melaksanakan mudik gratis, kata Irwan, tidak terlepas dari adanya kemauan dan niat yang ikhlas dari pimpinan perusahaan, tersedianya dana serta adanya keberanian untuk terus-menerus mengadakan acara ini. Kegiatan ini ternyata berdampak positif dengan makin loyalnya pedagang jamu di Jabotabek untuk memasarkan produk Sido Muncul. Sebab, untuk bisa mendapatkan tiket mudik, mereka diharuskan membawa kantong bekas produk Sido Muncul yang bisa dijual ke agen terdekat untuk ditukarkan dengan tiket mudik. Simak penuturan dari Wasjo (41), pedagang jamu asal Cirebon yang bertahun-tahun membuka usahanya di kawasan Serpong Tangerang. Dia mengatakan, dirinya dan keluarga sudah beberapa kali mudik gratis bersama Sido Muncul. ''Tahun ini mungkin saya tidak mudik karena belum lama kemarin baru pulang kampung. Tetapi beberapa tahun lalu saya sering mudik bersama Sido Muncul.'' Pengakuan serupa muncul dari mulut Ratno, pedagang jamu juga asal Banjarnegara yang membuka usaha di Ciledug Tangerang. Ayah dua anak ini mengaku sudah sejak tahun 1980 menjajakan jamu Sido Muncul. Kali pertama dia berjualan di Kali Deres, Jakarta Barat. Tahun 1994 pindah ke Ciledug, Tangerang, dan membuka warung permanen serta menjual sebagian besar produk Sido Muncul. Terlepas dari semua itu, bagaimana acara itu dipersiapkan? Menurut Komisaris PT Sido Muncul dan advisor acara mudik Lebaran Sofyan Hidayat, menyelenggarakan mudik Lebaran seperti menggelar perhelatan acara pesta perkawinan pada umumnya dengan 15.000 undangan. Karena itu, acara dirancang 3-4 bulan sebelumnya. ''Yang paling sulit bukanlah penyelenggaraan acara pelepasan keberangkatannya. Tapi justru mengatur peserta . " (Budi Nugraha-83t) |