| Selasa, 09 Nopember 2004 | NASIONAL |
Pemprov Pulangkan 600 Pemudik ke JatengJAKARTA- Pemerintah Provinsi Jateng, Rabu besok memulangkan sedikitnya 600 pemudik ke Jateng secara gratis. Para calon pemudik sejak seminggu terakhir telah mendaftarkan diri di Kantor Perwakilan Jateng Jalan Darmawangsa VIII/26 Kebayoran Baru, Jakarta selatan. Menurut rencana, mereka diangkut menggunakan 16 bus. Bus-bus itu sudah ditentukan jurusannya. Ada yang lewat pantura dan berhenti di Semarang, lewat Purwokerto Gombong, Purworejo, atau lewat jalur Solo. Pemberian fasilitas mudik gratis tersebut telah dilakukan sejak 2000. Tampaknya masyarakat Jateng di Jakarta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Buktinya, meski hanya tersedia 600 tempat duduk, yang mendaftar mencapai ribuan. Karena itu, para pegawai di kantor perwakilan terpaksa membuat kartu kupon sebagai ganti karcis. Ratusan calon pemudik pun antre mendapatkan giliran mendapatkan kupon tersebut. Untuk mendapatkannya, mereka mesti menunjukkan KTP dan bukti diri asli warga Jawa Tengah. Mereka juga harus datang sendiri tidak boleh diwakilkan. Kebanyakan calon pemudik adalah pedagang, buruh pabrik, dan kuli bangunan yang tinggal di Jakarta. ''Lumayan Mas, saya dapat tiga kursi, walaupun anggota keluarga saya lima orang. Nanti saya ngalah naik kereta seadanya,'' tutur Kusno dari Purwokerto. Ia mengaku sudah tiga kali ini memanfaatkan kesempatan mudik gratis lewat perwakilan Jateng di Jakarta. Menurut penuturan dia, saat lebaran seperti ini mudik dengan angkutan umum sangat sulit. Di samping berdesak-desakan dan antre, mereka pun harus menghadapi risiko kecopetan dan menghadapi perilaku calo. Karena itu, meski informasi tentang mudik gratis hanya ditempel dengan secarik kertas di halaman kantor, masyarakat pun cepat mengetahuinya secara gethok tular . Tiga anggota DPR RI asal Jateng yaitu HA Thoyfoer MC, Drs KH Ahmad Darodji MSi, dan H Daromi Irdjas SH menyambut baik prakarsa Pemprov Jateng memberikan fasilitas mudik kepada orang-orang Jateng yang tidak mampu. ''Kalau perlu jumlahnya ditingkatkan. Sebab kenyataannya yang membutuhkan cukup banyak. Bahkan sampai banyak yang tidak kebagian seat,'' kata Thoyfoer.(B13-58i) |