logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 09 Nopember 2004 NASIONAL
Line

8 Ruas Jalan Rawan Longsor

BANDUNG- Ruas jalan di wilayah Jateng, berdasarkan data terbaru dari Direktorat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) yang berpusat di Bandung, dinyatakan berstatus Awas. Adapun tujuh ruas lainnya dinyatakan berstatus Waspada terhadap Bahaya Ancaman Tanah Longsor. ''Dari data tersebut, terbaca pula bahwa Jateng memiliki ruas jalan berstatus Awas paling banyak dibandingkan dengan daerah lainnya di Pulau Jawa,'' kata Kasubdit Mitigasi Bencana Geologi DVMBG Dr Surono.

Data tersebut relatif lebih lengkap berkerja sama dengan dua lembaga lainnya, yakni Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) terkait curah hujan dan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakorsurtanal). Hasil perkiraan pun terbagi menjadi tiga sesi dari November, Desember, dan Januari. Identifikasi yang didasarkan atas kondisi geologi, kemiringan lereng bawah dan atas badan jalan serta badan jalan, kenampakan gejala longsoran terutama pada jalan-jalan utama, wisata, dan alternatif diolah dengan prakiraan curah hujan yang turun pada ketiga bulan tersebut.

Hasilnya pada bulan November ruas jalan antara Semarang-Ungaran dinyatakan Awas, sementara Majenang-Wangon, Banjarnegara-Wangon, Purwokerto-Tegal, Purbalingga-Pemalang, Weleri-Sukorejo-Parakan, Semarang-Magelang-Purworejo, dan Wonosobo-Purworejo-Magelang masuk kategori Waspada.

Kondisi Awas berarti jika prakiraan curah hujan lebih besar dari 300 mm/bulan, kemungkinan besar terjadi longsor cukup tinggi, sedangkan Waspada bila perkiraan curah hujan berkisar 101-300 mm/bulan, kemungkinan terjadi longsor sedang atau menengah.

Sambil memperlihatkan foto-foto, Surono memberi contoh beberapa titik rawan di ruas-ruas jalur tersebut seperti Majenang-Wangon Km 90 dan Weleri-Parakan Km 26,7 yang badan jalannya terlihat ambles atau jalam masuk ke Banyumas pada Km 38, 8 yang kondisi tebingnya sangat terjal dengan jumlah pepohonan yang minim.

''Jangan disepelekan pengaruh kemarau yang panjang karena akan membuat rekahan, pori-pori tanah juga akan sangat terbuka. Mudah-mudahan curah hujan yang mulai turun belakangan ini tidak tumpah sekaligus. Sebab, bila itu yang terjadi, akan fatal akibatnya. Kondisi itu akan cepat terisi dan tanah cepat pula merasa jenuh sebelumnya, akhirnya membuat longsoran,'' tandas Surono tentang kondisi tanah di jalur tersebut.

Dia mengakui, jumlah ruas jalan rawan longsor berkurang dibandingkan dengan data sebelumnya. Pemda-pemda dinilai dia cukup aktif melakukan tindakan antisipasi, kendati tetap saja mereka dan para pemudik tetap dituntut waspada.

Untuk bulan Desember, karena curah hujan yang turun di daerah Jateng tinggi, jumlah ruas jalan yang berstatus Awas meningkat menjadi enam, yakni jalur Majenang-Wangon, Purwokerto-Purbalingga-Pemalang, Magelang-Semarang, Magelang-Purworejo, Purworejo-Yogyakarta, dan Banjarnegara-Wonosobo-Kendal, sementara Waspada di jalur Weleri-Sukorejo-Parakan.

Sedangkan Januari status Awas melekat di jalur Weleri-Sukorejo-Parakan, Cepu-Wonosari, dan Semarang-Ungaran. Status Waspada di wilayah Majenang-Wangon, Purwokerto-Tegal, Purbalingga-Pemalang, Magelang-Semarang, Magelang-Purworejo-Wonosobo, dan Purworejo-Yogyakarta. (dwi-83t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA