| Selasa, 09 Nopember 2004 | NASIONAL |
Banjir di Kebumen MeluasKali Kemit Dadal Lagi, 4 Rumah Hanyut
KEBUMEN-Daerah genangan banjir di Kebumen makin meluas, setelah hujan deras kembali mengguyur daerah itu pada Minggu (7/11) malam. Bahkan, tanggul Kali Kemit di Desa Tegalsari Adimulyo kembali dadal selebar 100 meter. Jebolnya tanggul pada Senin pukul 00.30 itu menerjang empat rumah warga, dan 13 rumah lainnya dalam kondisi berbahaya. Bahkan, sekitar 200 rumah di kanan kiri tanggul di desa itu sebenarnya juga terancam. Warga harus siaga setiap saat bila banjir susulan datang, mengingat tanggul di beberapa sungai yang dinormalisasi belum sempurna, dan tanah uruk juga mudah longsor saat terkena air deras yang datang. Empat rumah yang hanyut adalah milik Palil, Mbok Kasiyah, Sakinem, dan Parsimin. Empat keluarga itu bersama belasan yang lain saat ini telah mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman. Menurut Suwarno (53), warga RT 3/RT I, Desa Tegalsari, yang tinggal di timur tanggul Kali Kemit, sejak sore warga sudah siap-siap menyingkir, apalagi cuaca mendung tebal dan malamnya hujan. Malam itu sekitar pukul 23.00 dia menjaga begu dan mengingatkan warga untuk segera mengamankan diri. Benar juga, sekitar pukul 00.30 tanggul di barat sungai yang Sabtu lalu jebol, dadal lagi. Bahkan, kali ini lebih lebar, karena volume air Sungai Kemit lebih besar. Dalam tempo singkat, air meluber dan menggenangi sejumlah rumah. Hingga kemarin jalan-jalan di Kecamatan Adimulyo masih tertutup air banjir. Paling parah di Desa Tegalsari yang dikurung air banjir dari Kali Kemit, Kali Kethek, Kali Abang, dan Kali Karanganyar. Menurut petugas PMI Cabang Kebumen Subadyo, kedalaman air di sawah mencapai 175 cm, di jalan raya 90 cm. Petugas Satpol PP Kecamatan Adimulyo, Dwi Yuli SP, menyatakan, akibat dadalnya beberapa tanggul sungai, kini air meluber menggenangi ratusan rumah penduduk. Genangan air merendam Desa Mangunharjo, Adikarto, Caruban, Bonjok, Arjosari, Kemujan, Banyuroto, Tegalsari, Meles, Sidomukti, dan Pekuwon. Lalu Lintas Macet Banjir akibat hujan lebat itu juga menimpa Kecamatan Karanganyar. Luas genangan juga meluas ke desa-desa lain. Tanggul Kali Karanganyar di Kelurahan Panjatan kembali jebol dan air dengan cepat masuk rumah, dan menutup jalan jalur utama Kota Karanganyar hingga Panjatan. Di jalan raya Panjatan, air bertambah besar karena Kali Abang juga melimpah hingga ke jalan. Akibatnya, sejak pukul 01.00 jalur selatan Gombong-Karanganyar macet sampai satu jam. Petugas Polres Kebumen dan PMI malam itu turun tangan memandu para pemakai jalan untuk berhati-hati, karena air di jalan raya sangat deras. Kapolres Kebumen AKBP Drs Lilik Purwanto SH MHum di Karanganyar untuk memantau dan mengatur lalu lintas hingga pukul 05.00 kemarin. Bupati Kebumen Hj Rustriningsih kemarin rapat koordinasi dengan para camat dan pejabat terkait di Gedung F. Bupati juga memerintahkan, Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Serayu-Bogowonto segera mengatasi dadalan tanggul, agar penderitaan warga di daerah banjir berkurang. Secara terpisah Pemimpin (Pimpro) Proyek Pengendali Banjir dan Pengaman Pantai (PBPP) Sempor Ir Mudjadi menyatakan, dadalnya tanggul akibat curah hujan sangat tinggi, dan tanah di sekitar sungai sangat labil. Padahal, saat ini tanah di sejumlah sungai di Kebumen selatan jenuh akibat kemarau panjang. Di sisi lain, cepatnya air dari daerah pegunungan di Kebumen utara mengakibatkan banjir seperti tak terkendali. Dia mengakui, daerah Kecamatan Adimulyo, Puring, dan Kuwarasan merupakan dataran rendah. Selama ini sedikitnya lima sungai dan sejumlah anak sungai masuk kanal Telomoyo yang saat ini dinormalisasi. Menurut Mudjadi, karena volume air sangat besar, air yang akan masuk pantai selatan harus antre. Akibatnya, saat air datang bersamaan, harus tertahan dan menggenangi daerah rendah. ''Kami tak mungkin bisa mengatasi sendirian, harus bekerja sama dengan penanganan di hulu sungai,'' tandasnya. Guna mengatasi dadalnya tanggul Kali Kemit, Kali Karanganyar, Kali Abang, dan Kali Kethek, sementara ini semua alat berat disiapkan di tempatnya. Bila air sudah menyusut, tanggul yang jebol akan ditutup tanah dengan alat berat. Selain bencana banjir, di Kebumen juga terjadi tanah longsor di Kecamatan Sempor. Bahkan, di Desa Semali hingga Kedungwringin, jalan kabupaten longsor sepanjang 2 km. Warga tak sanggup menyingkirkan tanah dan meminta didatangkan alat berat.(B3-69t) | ||||