logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 09 Nopember 2004 NASIONAL
Line

Bus Angkutan Lebaran Tak Laik Jalan

  • Kapolda: Dishub Harus Bertanggung Jawab

BERJUANG UNTUK MUDIK:Dua orang berjuang masuk melalui pintu ke gerbong kereta api kelas ekonomi tujuan Surabaya yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (8/11). Lonjakan penumpang pada H-6 mulai terasa di stasiun itu. Dibandingkan dengan tahun lalu, pada H-6 jumlah penumpang naik hingga 36 persen.(55t)

SEMARANG- Hampir semua bus angkutan umum yang digunakan untuk melayani penumpang pada Lebaran tahun ini ternyata tidak laik jalan. Di samping kelengkapan bus tidak komplet, banyak ban bus yang aus dan tambalan.

Kenyataan itu dijumpai Kapolda Jateng Irjen Chaerul Rasjid saat berkunjung ke beberapa tempat vital, berupa sentral pelayanan transportasi publik di Kota Semarang, Senin (8/11). Di antaranya, Stasiun Tawang dan Terminal Terboyo. Kapolda pun akan menempatkan masing-masing pos lima personel pasukan Brimob mulai Selasa (9/11).

Secara umum, Kapolda menilai hingga H-6 kemarin, belum ada lonjakan pemudik ke Jateng. Dia memprediksi, lonjakan akan terjadi mulai H-3. Jumlah penumpang akan membeludak diperkirakan saat arus balik, baik itu di pelabuhan, Terminal Terboyo, stasiun, maupun bandara.

Di Terminal Terboyo, Kapolda menjumpai sebagian besar bus tidak dilengkapi alat pembersih kaca. Selain itu, ban bus banyak yang tipis dan ditambal seadanya. Bahkan banyak bodi bus telah keropos termakan usia.

Kapolda mengatakan, pihak terkait (Dinas Perhubungan) harus bertanggung jawab terhadap kondisi angkutan tersebut. Pengawasan atas kelaikan bus angkutan Lebaran, ujar dia, hendaknya diperketat karena menyangkut keselamatan penumpang.

''Saya prihatin terhadap kondisi armada yang banyak tidak laik jalan itu. Kalau seperti ini, apakah bisa menjamin keselamatan penumpang. Kepala terminal hendaknya tidak hanya membuat papan laporan seperti ini, tetapi juga mengecek bus-bus yang tidak laik jalan. Kasihan masyarakat,'' katanya.

Di sela-sela kunjungan dia, tiba-tiba muncul seorang wanita mengadu ke Kapolda. Belakangan diketahui, wanita itu adalah pemilik warung di terminal, Ny Sinta (58), warga Jl Padi Raya A/4 Genuk Semarang.

Kepada Kapolda, Sinta mengatakan, beberapa tahun ini pedagang di lingkungan terminal sepi pembeli. Hal itu terjadi karena banyak bus menurunkan penumpang di luar terminal, tetapi tidak ditindak.

Panggil Kapolres

Setelah melampiaskan unek-unek, Ny Sinta tampak lega. Sebab dia kecewa karena pengaduannya kepada Wali Kota Sukawi Sutarip kurang mendapat respons. Namun setelah mendapat tanggapan dari Kapolda, dia pun terlihat puas.

Mendengar pengaduan tersebut, Kapolda meradang. Dia langsung memanggil Kapolres Semarang Timur AKBP Juhartana dan Kepala Terminal Terboyo Istijab SE. Kepada mereka Chaerul meminta bus-bus yang ngetem di ujung Jalan Terminal Terboyo secepatnya ditarik ke dalam terminal. Dia juga memerintahkan kepada Kapolres menindak tegas pengemudi bus yang bandel.

''Cabut saja SIM-nya. Bila mereka membandel, tahan saja. Keluhan dari ibu seperti ini (Ny Sinta-Red) harus secepatnya ditindaklanjuti. Saya tidak mau tahu, besok (Selasa ini-Red), ujung jalan terminal itu harus bersih dari bus-bus yang menurunkan penumpang dan ngetem. Semua bus harus dimasukkan ke dalam terminal,'' katanya dengan nada keras.

Dia pun menekankan kepada petugas pengamanan di Terminal Terboyo dan Stasiun Tawang harus jeli mengawasi kemerebakan calo dan kondektur palsu. (G5-58i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA