logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 09 Nopember 2004 SEMARANG
Line

Polisi Buat Sketsa Wajah Pelaku

  • Dari Perampokan di Tawes

KEJADIAN yang menimpa keluarga Slamet Condro, warga Jl Tawes V No 6 Perumahan Sebantengan Ungaran Selasa pagi (2/10) sungguh di luar perkiraan warga kompleks itu.

Sebagaimana dituturkan Suparmin (52) tetangga korban, hampir sepuluh tahun tinggal di perumahan itu tidak pernah terjadi peristiwa kriminal yang disertai kekerasan.

Meskipun ada pencurian, itu sebatas ''kelas ringan'', seperti pencurian burung atau ayam. Menurut Suparmin, penjahat berani membabi buta dan melukai Ny Condro (45) lantaran suasana kampung tersebut sepi. Sebab warga kebanyakan bekerja hingga menjelang sore.

Pada jam-jam tersebut kaum pria melakukan aktivitas pekerjaannya, sedangkan para pelajar pergi ke sekolah.

''Kami sempat kaget. Sebab selama sepuluh tahun belum pernah terjadi aksi kejahatan seperti dialami Bu Condro,'' kata dia.

Peristiwa tersebut dapat menjadi bahan pelajaran bagi warga perumahan lainnya. Karena itu Kapolres Semarang AKBP Agus Sukamso MSi menganjurkan warga memberdayakan anggota satpam atau linmas pengamanan selama 24 jam.

''Saya mengimbau kepada warga untuk melakukan community policing (memolisikan masyarakat-Red). Artinya warga masyarakat melakukan pengamanan sendiri,'' harap dia.

Lebih lanjut, menurut Agus, patroli anggota polisi hanya bersifat temporal. Karena itu, Agus menganjurkan warga Perumahan Sebantengan yang jumlahnya diperkirakan mencapai 300 KK itu bersedia iuran untuk membayar tenaga satpam.

''Cara itu lebih aman. Sebab penjahat akan berpikir dua kali bila melihat petugas keamanan berkeliling siang dan malam di kampung itu,'' jelasnya.

Saksi Kunci

Agus Sukamso mengakui kesulitan menemukan pelakunya. Sebab ciri-ciri fisik yang sempat dia ketahui masih sangat terbatas.

Namun hal itu tidak membuatnya putus asa. ''Kami akan membuat sketsa wajah pelaku berdasarkan keterangan korban. Namun saat ini kami belum bertemu dengan korban,'' kata dia.

Setelah itu, sketsa wajah pelaku akan disebar ke polsek-polsek.

Dia juga menyayangkan saksi kunci, yaitu seorang petani di dekat TKP yang tidak tanggap dengan gelagat pelaku. Padahal, petani tersebut mengetahui pelaku tersebut berada di gubuk sawah selama puluhan menit sebelum menyatroni rumah Ny Condro.

''Petani itu seharusnya tahu ada laki-laki tak dikenal lari melalui persawahan,'' ujar dia.

Jeritan Ny Condro meminta tolong seharusnya didengar oleh saksi yang berada di sawah itu. ''Tapi warga memaklumi. Sebab pendengaran petani itu agak terganggu dan sikapnya agak acuh,'' lanjutnya. (Rony Yuwono-91i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA