| Selasa, 09 Nopember 2004 | SEMARANG |
Jalur Pantura Kendal Rawan Banjir
KENDAL- Dua lokasi di jalur pantura wilayah Kabupaten Kendal, pada musim penghujan ini diperkirakan rawan banjir. Kedua lokasi itu yakni, Desa Truko, Kecamatan Gemuh dan Desa Cangkring, Kecamatan Brangsong. ''Lebaran tahun ini berada pada siklus musim penghujan. Guyuran hujan deras diperkirakan akan terjadi bersamaan dengan arus mudik atau arus balik. Jika perkiraan itu sesuai, ancaman banjir di dua titik jalur pantura tersebut harus diwaspadai. Sebab, banjir di dua lokasi itu dipastikan akan mengganggu arus lalu lintas,'' kata Kepala Dinas Perhubungan Affandi SH MM, kemarin. Lebih lanjut dia menjelaskan, banjir di dua lokasi itu terakhir terjadi pada 2001. Banjir di Desa Truko akibat meluapnya Sungai Blukar, sedangkan banjir di Desa Cangkring akibat meluapnya Sungai Waridin. ''Kedalaman air di dua lokasi itu mencapai setengah meter, dengan panjang genangan mencapai 6 km dan 3 km. Keadaan tersebut sangat memengaruhi kelancaran arus lalu lintas.'' Luapan Kali Waridin tidak hanya menggenangi jalur pantura, tetapi juga menutup jalan alternatif di wilayah Desa Srogo, Kecamatan Brangsong. ''Jika banjir itu terjadi, kemungkinan besar beberapa jalur alternatif yang telah disiapkan tidak berfungsi. Misal, jalur alternatif Pegandon-Srogo-Kaliwungu.'' Dia menuturkan, satu-satunya solusi untuk mengurai kemacetan di jalur pantura bila terjadi banjir, yaitu dengan mengalihkan arus lalu lintas ke jalur alternatif Weleri-Sukorejo-Patean-Singorojo-Boja. ''Pengalihan tersebut diberlakukan secara khusus untuk kendaraan-kendaraan kecil atau pribadi. Adapun kendaraan-kendaraan besar seperti bus disarankan untuk menunggu hingga genangan banjir hilang. Sebab biasanya, banjir tidak lama berlangsung.'' Affandi menjelaskan, pihaknya kini berkoordinasi dengan instansi terkait lain untuk menyiapkan antisipasi terjadinya banjir. ''Misalnya, bekerja sama dengan Dinas Pengairan jika memungkinkan menutup atau mengalihkan air ke lokasi selain ke sungai atau aliran irigasi di sekitar jalur pantura tersebut. Kami hanya berharap kondisi arus mudik dan balik lebaran tahun ini baik.'' Sementara itu dari pantauan di lapangan, hingga pukul 12.00 kemarin, jalur pantura Kendal dari wilayah Weleri hingga Kaliwungu masih normal dan lancar. Meski sudah terlihat puluhan mobil berpelat luar daerah melintas, belum ada lonjakan arus mudik di jalur sepanjang lebih kurang 31,3 km tersebut. Seperti tahun lalu, lokasi macet sering terjadi di sekitar Pasar Cepiring. Kemarin kemacetan kecil juga terjadi di pasar tumpah itu. (G15-84i) |