| Selasa, 09 Nopember 2004 | SEMARANG |
Camry dan Altis Ditolak
UNGARAN - Para pimpinan DPRD Kabupaten Semarang menolak fasilitas mobil dinas (mobnas) bila pada tahun anggaran 2005 mendatang terdapat alokasi dana untuk membelinya. Alasannya, selain dinilai pemborosan, kondisi mobil-mobil lama masih layak pakai. Hal itu ditegaskan oleh Wakil DPRD Bambang Kusriyanto BSc kemarin. Pernyataan itu muncul setelah politikus PDI-P itu mendengar rencana eksekutif akan memberikan fasilitas tiga mobil sedan kepada pimpinan Dewan. ''Saya mendengar pembahasan tentang mobil Dewan sudah dilakukan di Bappeda. Harusnya ketentuan tersebut dibahas melalui panitia anggaran (panggar) dan komisi di DPRD terlebih dulu,'' ingat dia. Padahal, saat ini kelengkapan Dewan seperti panitia anggaran, panitia musyawarah, dan komisi - komisi belum terbentuk. Menurut dia, bila dalam tahun anggaran 2005 menyertakan mobnas, dia akan meminta panitia anggaran tidak menganggarkannya. ''Sebab itu pemborosan, toh mobil Dewan kemarin masih layak dipakai,'' ujar dia. Menurut Bambang Kusriyanto, pimpinan Dewan akan mendapat fasilitas mobil sedan Toyota Camry yang ditaksir berharga Rp 413 juta. Adapun dua wakilnya memperoleh sedan Toyota Altis seharga sekitar Rp 300 juta. ''Rencana itu keliru. Saya menilai ada kepentingan lain dari eksekutif,'' imbuhnya. Dia mengimbau dana tersebut sebaiknya dialokasikan untuk pembangunan jalan lingkar Ambarawa dan pelaksanaan Pilkada 2005. Menurut Wakil Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera dr Anis Supriyadi, anggaran pengadaan mobnas tersebut tidak mendesak dan bisa dialokasikan ke pos lain. ''Anggaran boleh mendahului (tanpa melalui panitia anggaran-Red) asal untuk kepentingan darurat, seperti bencana alam,'' tandasnya. Soal rencana mobnas tersebut, menurut dia, tidak bisa dijalankan tanpa persetujuan Dewan. Selain kondisi mobil Dewan lama masih layak, Anis menilai, penggunaan anggaran yang tidak melalui proses cenderung berbau KKN. Layak Pakai Senada dengan Bambang, Wakil Ketua Dewan Ir M Bashari menyatakan, tidak setuju bila dianggarkan dalam kondisi sekarang. Sebab, hal itu mendahului panitia anggaran. ''Kami sepakat mengutamakan kesederhanaan. Sebab mobil yang lama masih layak pakai,'' ujar dia. Adapun Kepala Bagian Umum Drs Y Tyas Iswinarso membantah merencanakan pengadaan mobnas tersebut. Dia menyatakan, hal itu baru sekadar wacana. ''Memang pada rapat di Bappeda sempat muncul lontaran tentang mobil tersebut. Katanya ada mobil Dewan yang sudah tidak layak,'' ujar dia. (rny-91i) |