| Selasa, 09 Nopember 2004 | SEMARANG |
Ny Sinto Borong Sembako di Pasar MurahSEMARANG-Ny Sinto Sukawi memborong sembako di pasar murah yang digelar Subbidang Kewanitaan Yayasan Masjid Raya Baiturrahman di halaman masjid tersebut, Sabtu (6/11). Selanjutnya, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang itu meminta, agar sembako yang dibelinya dibagikan kepada kaum duafa yang membutuhkan. Kepada penjaga stan, istri Wali Kota Semarang H Sukawi Sutarip SH SE itu menyerahkan Rp 1 juta untuk membeli sembako yang dijual di pasar murah. Satu paket sembako di pasar murah itu dijual Rp 9.000. Setiap paket terdiri atas 2 kg beras, 1 kg gula pasir, 4 bungkus mi instan, dan 0,5 liter minyak goreng. ''Biasanya, di pasaran paket semacam itu berharga Rp 16.000. Tapi, untuk anggota majelis taklim disubsidi oleh panitia, sehingga bisa lebih murah. Selanjutnya, paket sembako itu dibagikan kepada para duafa,'' ujar dr Siti Masufah, ketua panitia. Ia menjelaskan, selain pasar murah, dalam kegiatan tersebut juga digelar bazar yang diikuti oleh 62 stan. Sejumlah stan yang mengikuti bazar antara lain kebutuhan sandang dan pangan, furniture, kerajinan, dan berbagai macam stan yang menjajakan kebutuhan Lebaran. Dalam pengamatan Suara Merdeka, para pengunjung tampak memadati arena bazar untuk membeli beraneka kebutuhan hari raya. Ketua Subbidang Kewanitaan Yayasan Masjid Raya Baiturrahman Hj Achmad menyatakan, kegiatan bazar pasar murah tersebut merupakan agenda tahunan yayasan. Pasar murah itu merupakan satu bentuk kepedulian pada kaum duafa, yang membutuhkan uluran tangan. Dalam kesempatan itu, Sinto juga memberikan bantuan secara simbolis kepada dua anak asuh Majelis Taklim Al Ikhlas yang berada di bawah Subbidang Kewanitaan. Bantuan itu diterima oleh Hendita Afif Nur Amali, siswi kelas IV SD Peterongan 03 dan Heri Setyo Wibowo, siswa kelas IV SD Peterongan 02. Sinto menyatakan, selanjutnya kedua anak itu dijadikan anak angkatnya. Ia bersedia untuk menanggung biaya pendidikan kedua anak itu hingga jenjang SMA. Pernyataan yang disampaikan Sinto itu, tak urung mengundang haru pada hadirin.(amp-73) |