| Selasa, 09 Nopember 2004 | SEMARANG |
Pupuk Kepedulian sejak DiniSEMARANG- dan susah dirasakan bersama oleh para siswa SD Hidayatullah ketika menjalani pesantren Ramadan di sekolah mereka Jl Durian Selatan I/6, Srondol Wetan, Banyumanik. Selama 3 hari (4-6/11), 274 siswa yang terdiri atas murid-murid kelas V dan VI tersebut belajar banyak tentang arti hidup. Selain menjalankan ritual-ritual keagamaan seperti mengaji, tadarus, shalat fardu dan tarawih, kepedulian terhadap sesama juga dipupuk di pesantren itu. Drs Purnadi, kepala sekolah itu mengatakan, seluruh peserta pesantren Ramadan sangat antusias mengikuti program tahunan yang diadakan sekolah tersebut. Ungkapan Purnadi tersebut tidaklah berlebihan. Salah satu agenda kegiatan pesantren tersebut adalah berkunjung ke beberapa rumah sakit di Semarang dan Ungaran dan memberikan santunan kepada 143 pasien di RSUP Dr Kariadi, RS Islam Sultan Agung, RSU Kota Semarang, RSUD Ungaran, dan RS Banyumanik (5/11). Vidiya Anindita (11), salah satu dari 20 siswa yang bertugas memberikan santunan kepada para pasien kurang mampu kelas III di RS Banyumanik mengaku ikut prihatin atas apa yang dialami para pasien. ''Ada pasien yang mengerang-erang kesakitan, tapi saya tidak tahu sakitnya apa,'' tutur dia yang diiyakan oleh 2 orang temannya, Tityana (11) dan Zenah (10). Dr H Sugeng R SpA, direktur RS menilai positif apa yang dilakukan para siswa tersebut. Ia berharap kegiatan tersebut bisa dicontoh oleh para murid sekolah lain. RS yang berdiri pada area seluas 2500 meter persegi itu kini memiliki 120 staf yang terdiri atas karyawan, dokter spesialis, dan dokter umum, baik tetap maupun mitra. Sugeng mengungkapkan, permasalahan yang dihadapi oleh rumah sakit yang kebanyakan melayani persalinan itu adalah sempitnya bangunan dan lahan parkir. ''Kami kesulitan untuk memperluas area. Sebab di sekitar lokasi RS berdiri bangunan rumah-rumah penduduk,'' ujar dia. Purnadi juga sangat bersyukur atas tanggapan positif yang diberikan orang tua siswa pada program tersebut. ''Hal itu dapat terlihat dari jumlah dana Rp 15 juta dari para orang tua siswa yang tergabung dalam komite sekolah,'' kata dia. Dia berharap, program tersebut dapat memupuk nilai akidah, pembentukan pribadi dan jiwa sosial, serta ukhuwah islamiyah para anak didiknya. (nrs-73i) |