logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 09 Nopember 2004 SEMARANG
Line

Depag Toleransi Pendaftar CPNS

SEMARANG - Kantor Departemen Agama Kota Semarang memberi toleransi kepada CPNS yang persyaratan pendaftarannya kurang lengkap atau keliru dalam memilih formasi CPNS. Mereka diperbolehkan mengambil nomor ujian seleksi setelah menyusul melengkapi persyaratan.

Akibatnya, sekitar 2.000 pendaftar, Senin (8/11), memadati kantor Depag di Jalan Untung Suropati di Komplek Asrama Haji Transit Islamic Centre Manyaran. Panitia pun kewalahan mengurus pengambilan nomor karena berjubelnya pendaftar yang memiliki tujuan sama tersebut di Aula Kandepag.

''Kami tidak ingin membuat pendaftar kecewa, masa mau ikut seleksi saja dipersulit. Karena itu, semua pendaftar dinyatakan lolos seleksi administrasi, yang belum lengkap kami beri waktu untuk segera melengkapi,'' ungkap Drs H A Satori, Kepala Kantor Departemen Agama Kota Semarang.

Kebanyakan pendaftar yang diberi toleransi itu karena salah dalam menentukan pilihan formasi PNS. Misalnya, pendaftar bertitel sarjana hukum (SH) yang seharusnya mengambil formasi CPNS pegawai Kandepag ternyata mengambil formasi guru agama. Pengambilan formasi itu jelas tidak tepat dan bakal ditolak oleh panitia pusat. Pendaftar yang mengalami kesalahan administrasi 50 orang lebih.

Tim penyeleksi administrasi yang mengetahui kesalahan itu, kata dia, langsung membetulkan dengan mengganti dan mengisi form formulir baru. ''Namun, ini pun kami serahkan kepada pelamar, apakah mereka bersedia diluruskan sesuai dengan persyaratan atau tidak. Kalau bersedia, mereka diminta membuat pengajuan lamaran ulang yang ditulis tangan sendiri dan kalau tidak berarti berkas dikembalikan.''

Pengambilan nomor tes secara bersamaan itu ternyata tidak bisa diselesaikan sesuai dengan jadwal. Sebelumnya, panitia penyeleksi administrasi memasang jadwal pengambilan nomor tes bagi yang lolos seleksi administrasi.

Namun, pendaftar yang telah mengambil nomor tidak langsung meninggalkan aula, sehingga ruang tersebut sesak dan berjubel. Mereka yang mau mengurus pun kesulitan masuk ruangan. Selain itu, personel pegawai Depag yang disiapkan untuk menangani hal tersebut juga terbatas.

Semula pendaftar CPNS formasi guru dijadwalkan selesai pukul 11.00, tapi akhirnya molor sampai pukul 15.00. Pengambilan nomor untuk CPNS formasi pegawai Kandepag, penghulu, penyuluh agama dan yang lain baru bisa dimulai sejak pukul 15.00 dan dilanjutkan Selasa (9/11).

Satori menuturkan, pihaknya menyadari ketebatasan-keterbatasan yang ada. Karena itu, dalam proses administrasi tidak akan bersikap kaku. ''Kalau kenyataanya pengambilan nomor tidak bisa diselesaikan dua hari, ya akan kami tambah satu hari lagi. Jadi fleksibel sajalah, tak usah kaku.''

Dia menyarankan, pendaftar yang tidak puas dengan pelayanan pegawainya langsung menghubunginya di ruang Kepala Kantor Depag. ''Kami akan bersikap proporsional, jika ada kekurangan akan kami perbaiki secepatnya. Para pendaftar pun agar memahami dan menghormati kinerja pegawai kami.''

Sementara itu, pendaftar CPNS di Pemkot Semarang yang berhak mengikuti ujian 14.913 orang. Mereka terdiri atas 2.854 pelamar tenaga kependidikan, 951 pelamar tenaga kesehatan dan 11.108 pelamar tenaga teknis.

''Total pendaftar 17.064 orang. Namun, yang memenuhi syarat 14.913 pendaftar. Mereka akan mengikuti ujian pada 24 November mendatang,'' kata Drs Sujitno, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Semarang. (H1,G17-73e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA