logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 09 Nopember 2004 SEMARANG
Line

Diperlukan, Seragam Internal Sekolah

  • Bila Jadi Dihapus Mendiknas

SEMARANG-Kalangan sekolah perlu mempersiapkan seragam yang berlaku internal, apabila rencana Mendiknas Bambang Sudibyo untuk menghapus seragam sekolah benar-benar diwujudkan.

Kepala SMPN 3 Semarang Drs Sukirman SPd SH MM memandang, keberadaan seragam sekolah masih diperlukan untuk penyelenggaraan pendidikan pada jenjang anak-anak SMP/SMA. ''Akan sangat sulit pengawasannya, apabila anak-anak bersekolah tanpa seragam. Pakaian seragam itu merupakan identitas seorang siswa,'' ujar Sukirman, saat ditemui Suara Merdeka di kantornya, Sabtu (8/11). Anak-anak seusia itu masih memerlukan identitas berupa seragam.

Ia mencontohkan, akan sulit untuk membedakan siswa satu sekolah dengan sekolah lainnya, apabila tidak ada uniform yang menjadi identitas mereka. Sukirman mengaku, akan mengalami kesulitan mengenali para siswanya yang berjumlah 1.000 lebih, tanpa pakaian seragam mereka.

''Seragam itu memudahkan guru memantau apabila siswanya mengalami persoalan di luar sekolah. Bayangkan, bila tanpa seragam, saya kan tidak mungkin tahu, anak yang bermain di playstation belakang sekolah itu siswa saya atau tidak,'' imbuh dia.

Oleh karena itu, kalau misalnya pemerintah benar-benar menghapus seragam sekolah, kata Sukirman, SMPN 3 tetap akan memberlakukan seragam yang berlaku internal. Sejauh ini, para siswa memiliki tiga seragam yang dikenakan dalam waktu-waktu yang telah ditentukan. Ketiga seragam tersebut, yakni putih-biru, pakaian pramuka, dan seragam internal bermotif kotak-kotak warna merah.

Nilai Disiplin

Pendapat yang senada disampaikan Kepala Sekolah SMAN 2 Semarang Dra Sutji Aryani mengatakan, seragam bukan hanya memecah diskriminasi antara anak kurang mampu dengan anak dari kalangan berada.

Seragam merupakan salah satu sarana sekolah untuk menanamkan nilai-nilai disiplin kepada siswa. Melalui baju yang dikenakan siswa di sekolah itu, lanjut Sutji, guru bisa menilai, memantau dan mengendalikan siswa agar berpakaian rapi dan sopan selama di sekolah.

Seragam, lanjut dia, bukan sekadar baju yang menempel di tubuh siswa. Lebih dari itu, seragam sekolah juga berfungsi untuk transfer nilai-nilai budi pekerti kepatuhan terhadap tata tertib, kerapian, kesantunan dan teratur.

Meski demikian, Sutji tidak bisa berbuat banyak apabila pemerintah pusat akan menghapus seragam sekolah. ''Kami akan mentaati peraturan pemerintah pusat itu,'' tendasnya, saat dihubungi Suara Merdeka. (amp,wid-73)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA