logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 09 Nopember 2004 SEMARANG
Line

Panik, Penjambret Telan Kalung Curian

TUGU-Penjambret yang satu ini betul-betul apes. Panik luar biasa lantaran diamuk massa, dia nekat menelan kalung emas berikut liontin yang dirampas dari seorang wanita pedagang kerupuk di Pasar Mangkang, Senin (8/11) pagi.

Akibatnya tersangka, Solichin (20) mengaku tinggal di Beringin Asri RT 11 RW 11, Ngaliyan harus masuk rumah sakit lantaran kalung itu masuk ke ususnya. Hingga semalam, perhiasan yang sedianya akan dijadikan barang bukti belum keluar dari perut Solichin. Tersangka juga masih terus melilit-lilit di dalam sel tahanan polisi, menahan sakit akibat kemasukan kalung seberat 9 gram itu.

Kejadian langka dan menggelikan itu bermula ketika korban, Rukini (40), warga Sarirejo, Kaliwungu, Kendal sedang dalam perjalanan ke Pasar Mangkang, sekitar pukul 04.30. Seperti biasanya, dia naik angkutan minibus jurusan Kendal-Semarang.

Pagi itu, selain sopir dan kernet, hanya ada tiga penumpang. Satu orang duduk di bangku depan samping sopir, sedangkan dua orang, yakni Rukini dan Solichin, di belakang.

Sampai di kawasan irigasi Mangkang, Solichin minta berhenti. Tepat ketika kendaraan itu menepi, tiba-tiba dia meloncat turun sambil menjambret kalung di leher Rukini. Wanita itu menjerit sambil minta tolong. Kernet minibus segera berlari mengejar, tapi gagal menangkap tersangka.

Solichin kabur ke arah Pasar Mangkang dan menghilang di tengah kerumunan orang. Meski demikian akhirnya dia tertangkap juga setelah diuber-uber massa. Ketika diminta menyerahkan kalung, pemuda itu hanya terdiam dan malah meringis kesakitan. Sesaat kemudian, dengan terbata-bata, dia mengaku sudah menelan kalung itu. "Terus terang tadi saya ketakutan. Kalungnya saya masukkan ke mulut, tapi kebablasen masuk perut," ujarnya.

Kejadian itu membuat repot anggota Polsek Tugu. Berbagai cara dilakukan agar kalung yang akan dijadikan barang bukti penyidikan bisa keluar. Tersangka disuruh jongkok sambil berputar-putar, juga diminta berguling-guling di lantai dengan tujuan agar dia pusing dan mual, sehingga bisa memuntahkan kalung.

Solichin memang jadi pening dan berkali-kali meludah, tapi kalung itu tetap tidak bisa keluar. Polisi pun terpaksa membawanya ke UGD RS Tugurejo. Dari hasil foto rontgen, terlihat kalung milik Rukini sudah masuk ke usus besar Solichin. Dokter memberinya obat pencahar agar tersangka bisa cepat buang air besar. Tapi hingga semalam, upaya itu belum membuahkan hasil. (G3-64)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA