logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 09 Nopember 2004 SEMARANG
Line

Jasa Penitipan Hewan Mulai Ramai

DATANGNYA Lebaran membawa berkah bagi pengusaha jasa penitipan hewan piaraan, seperti kucing, anjing, dan siamang (monyet). Besarnya animo masyarakat untuk menitipkan hewan-hewan piaraannya, sudah tampak sejak dua minggu menjelang Lebaran. Bahkan tidak jarang, order itu datang tepat pada Lebaran.

Tingginya animo itu, antara lain dipengaruhi pembantu rumah tangga yang pulang kampung, sehingga tidak ada lagi yang mengurus hewan-hewan tersebut, dan si pemilik tidak dapat membawa serta hewan piaraannya yang berukuran besar selama bepergian.

Syarat yang ditetapkan pengusaha jasa penitipan memiliki kesamaan, yaitu adanya buku vaksin dari dokter hewan yang menyatakan hewan tersebut dalam keadaan sehat (pemberian vaksin lengkap), serta bebas kutu.

Drh Anna dari Griya Satwa Lestari mengungkapkan, pada hari biasa dan selama Ramadan, setiap hari pihaknya menerima rata-rata 10 penitipan. Namun seminggu menjelang Lebaran, perusahaan jasa itu sudah mendapatkan pesanan dari 25 orang.

Untuk menerima jasa penitipan itu, sepenuhnya dia serahkan kepada karyawannya, apakah bersedia bekerja pada Lebaran atau tidak. Tetapi biasanya, delapan karyawan yang dimilikinya sudah melakukan musyawarah sendiri untuk menentukan dua orang yang bertugas selama Lebaran. "Apabila mereka tidak bersedia bekerja, maka kami (Griya Satwa-Red) juga tidak akan menerima jasa penitipan."

Demi kebersihan kandang selama penitipan, pihaknya sudah mensterilkan tempat tersebut --dua bulan sebelum Lebaran-- untuk mencegah terjadinya penularan penyakit.

Biaya penitipan yang dipatok untuk hari biasa, bergantung kepada ukuran hewan piaraan, yaitu Rp 25.000 (kecil), Rp 30.000 (sedang), dan Rp 35.000-45.000 (besar). "Menjelang Lebaran, tarif penitipan itu dinaikkan sebesar 10%. Kenaikan itu untuk membayar tunjangan hari raya (THR) pegawai, yang bekerja selama Lebaran."

20 Kandang

Sementara itu Frans, pemilik Pet Paradise menjelaskan, kapasitas penitipan yang dimiliknya sekitar 20 kandang, untuk menampung hewan piaraan yang berukuran besar.

Untuk menerima klien yang ingin menitipkan hewannya, dia melakukan seleksi ketat, yaitu hanya menerima penitipan hewan yang benar-benar sehat. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan penyakit dari hewan yang sakit ke hewan lainya, yang berada di tempat penitipannya.

"Pergantian musim, membuat anjing banyak yang terjangkit penyakit, seperti flu dan distemper (muntah-muntah, berak berdarah, dan tidak mau makan). Penyakit distemper, apabila dalam seminggu tidak memperoleh perawatan dapat mengkibatkan kematian anjing," ungkapnya.

Syarat lain yang ditetapkannya yaitu, tidak menerima penitipan anjing non-ras, karena menurutnya anjing jenis itu memiliki rasa curiga yang tinggi. (Hernandono-84a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA