| Selasa, 09 Nopember 2004 | SEMARANG |
Ditinggal Melayat Dua Rumah TerbakarSEMARANG-Dua rumah di Jl Kagok RT 5 RW 5 Kelurahan Wonotingal, Candisari ludes terbakar, Senin (8/11) siang. Dua rumah lainnya yang terletak bersebelahan juga terjilat api, tapi hanya terkena sebagian kecil. Kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Rumah yang ludes, masing-masing milik Parno (45) dan keponakannya, Mardiyono (35). Saat musibah terjadi sekitar pukul 13.00, Parno dan istrinya sedang melayat salah seorang kerabatnya yang meninggal di kawasan Gajahmungkur, adapun Mardiyono pergi ke luar kota. Rumah berukuran 8 x 10 meter milik Parno, yang juga Ketua RT 5, hanya ditinggali salah seorang anaknya bernama Taufik (25). Sementara itu rumah Mardiyono, yang berdempetan dengan rumah Parno dan berukuran sekitar 5 x 10 meter, dalam keadaan kosong. Istri dan anak Mardiyono sedang bertandang ke rumah tetangga. Penyebab kebakaran di kedua rumah yang terletak di pemukiman padat itu, hingga kini belum dapat dipastikan. Tidak ada seorang pun yang mengetahui asal api, yang tiba-tiba sudah membesar di atap rumah Mardiyono. Dugaan sementara, si jago merah muncul akibat hubungan arus pendek (korsleting) listrik. Beberapa warga memperkirakan kebakaran terjadi akibat kompor yang meledak di dapur rumah Mardiyono, namun dugaan itu diragukan. "Saya tidak tahu persis penyebabnya. Tahu-tahu api sudah besar. Saya keluar setelah mendengar orang berteriak-teriak," ujar Taufik yang saat itu sedang mandi. Dalam waktu singkat, puluhan warga berdatangan ke lokasi kejadian. Mereka bergotong royong memadamkan api. Namun karena keterbatasan alat dan minimnya sumber air, kebakaran tidak dapat segera dikendalikan. Suara Ledakan Warga juga mengungsikan perabotan dan barang-barang yang masih bisa diselamatkan ke luar rumah. Cuaca yang panas mengakibatkan api semakin cepat merambat ke segala arah. Selain meludeskan rumah milik Parno dan Mardiyono, api juga menjalar ke rumah mertua Parno, Ny Kasmilah, dan salah seorang tetangga, Ny Sarmi. Terjadi beberapa kali ledakan ketika api membakar lemari es dan beberapa peralatan elektronik. Dalam waktu sekitar satu jam, warga bersama petugas pemadam dari Dinas Kebakaran Kota yang datang tak lama kemudian berhasil mencegah api menjalar lebih luas. Kediaman Ny Kasmilah dan Ny Sarmi dapat diselamatkan, meski sebagian atap dan dindingnya termakan api. Aparat Polres Semarang Selatan dan Polwiltabes hingga kemarin masih memintai keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab kebakaran. Sementara itu, karena rumahnya tidak bisa ditinggali lagi, keluarga Parno dan Mardiyono mengungsi ke rumah kerabat. (G3-64) |