logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 09 Nopember 2004 SEMARANG
Line

Perbaiki Pasar Dargo Pemkot Akan Utang

SEMARANG- Pemerintah Kota Semarang segera memperbaiki bagian atap Pasar Dargo yang kondisinya rusak parah. Apabila DPRD Kota Semarang mengizinkan, maka renovasi atap tersebut menggunakan dana utang kepada swasta. Di mana utang tersebut akan dibayar pada APBD 2005.

Rencana tersebut dikemukakan Wali Kota Sukawi Sutarip di sela-sela pemantauan kebutuhan pokok menjelang Lebaran di Pasar Dargo, Senin (8/11).

Dalam kesempatan itu, para pedagang juga menyampaikan keluhan atas rusaknya atap tersebut. Kalau hujan air masuk ke dalam pasar sehingga membuat beras membusuk. Kerusakan juga tampak jelas jika dilihat dari tengah pasar. Talang penyangga juga tampak sudah keropos. Jika hujan, para pedagang yang berada di bawah atap tersebut bersusah payah untuk mengindari cucuran air.

Mereka mengantisipasi hal itu dengan cara menutup kios dengan terpalplastik. Sebagian menutup dengan seng. Sejumlah anggota Komisi B DPRD Kota Semarang yang melihat kondisi itu, ketika melakukan pantauan persediaan sembako di pasaran mengaku prihatin.

Ketua Komisi B, Drs Fathur Rahman mengatakan, semestinya kerusakan seperti itu tidak akan terjadi, apabila eksekutif rutin melakukan pantauan dan memberikan perhatian serius terhadap kualitas fisik bangunan.

Selama ini sudah ada anggaran untuk pemeliharaan bangunan fisik pasar.

Namun jumlah anggarannya terlalu kecil dan hanya diperuntukan bagi kerusakan-kerusakan kecil atau sekadar untuk menjaga agar fisik bangunan pasar tetap baik.

Anggota Komisi B, Kundarsih Kartono menuturkan, kondisi pasar Dargo terlihat kurang mendapat perhatian. Sebagai pasar yang cukup besar, seharusnya mendapat biaya pemeliharaan yang cukup.

"Pemkot bisa mengajukan anggaran untuk perbaikan ke APBD. Jangan menunggu kerusakan lebih parah."

Terkait permintaan Wali Kota perbaikan pasar dengan sistem utang dengan dibayar pada APBD 2005, dia akan melihat ketersediaan anggaran.

Pasar Yaik

Sementara itu Ketua Forum Masyarakat Pedagang Semarang (FMPS) Agus Triyanto mengeluhkan kerawanan terjadinya hubungan arus pendek pada saluran listrik di Pasar Yaik. Sebab, sebagian kabel listrik di lingkungan pasar banyak yang kurang sehat. Misalnya kabel mengelupas dan sambungan yang hanya ditutup dengan isolasi.

"Kami berharap kepada PLN agar mengontrol keamanan kabel saluran listrik di pasar tersebut," katanya.

Sejumlah pedagang, kata dia, juga mengaku mengkhatirkan apabila terjadi arus pendek yang menyebabkan kabakaran. Sebab, potensi itu sangat tinggi jika melihat sambungan-sambungan listrik yang terlihat kurang mempertimbangkan aspek keamanan.

Ketidakberaturan kabel listrik mulai terjadi ketika ada los dan kios baru yang membuat sambungan sendiri. Mereka membuat sambungan yang hanya ditutup dengan isolasi biasa. (H1,G17-84)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA