| Selasa, 09 Nopember 2004 | SEMARANG |
Hindari Praktik Kondektur PalsuKarcis Bus Ditarik setelah Masuk TolSEMARANG- Penarikan karcis penumpang bus kelas ekonomi oleh kondektur resmi sebaiknya dilakukan saat bus sudah melintas di jalan tol. Adapun pemilik bus kelas ekonomi yang diwajibkan memasang pengumuman kepada penumpang tentang pembayaran karcis dilakukan setelah bus masuk tol. Permintaan itu disampaikan oleh Kapolwiltabes Semarang, Kombes Drs Badrodin Haiti dan Wali Kota Sukawi Sutarip, saat memantau persiapan angkutan Lebaran di Terminal Terboyo, Senin (8/11). Menurut mereka, langkah itu dilakukan untuk menghindari praktik kondektur palsu yang belakangan marak di Terminal Terboyo. Salah satu modus, para kondektur palsu itu mencari mangsa saat bus masih berada di terminal ataupun dalam perjalanan di dalam kota. Kepala Terminal Terboyo Istijab yang menerima imbauan langsung itu segera menyosialisasikan kepada para kru bus dan pemiliknya. Meski para kondektur asli dan palsu dapat dibedakan dari seragam yang dikenakan, itu merupakan langkah yang baik agar pemudik tidak menjadi korban. Menyinggung jumlah pemudik yang memanfaatkan Terminal Terboyo pada tahun ini, diperkirakan naik tiga persen dari jumlah tahun sebelumnya. Istijab menuturkan, tahun lalu jumlah pemudik saat arus mudik 89.510 orang dan arus balik 88.661 orang. Tahun ini diperkirakan masing-masing naik sampai 92.195 orang saat arus mudik dan 91.269 orang saat arus balik. Selain di Terminal Terboyo, Wali Kota dan Kapolwiltabes bersama anggota Muspida lain serta anggota Komisi B DPRD, memantau kesiapan Stasiun Tawang, Pelabuhan Tanjung Mas, Bandara Ahmad Yani, dan Pasar Dargo. Wali Kota Sukawi Sutarip mengatakan, secara umum persiapan angkutan Lebaran di Kota Semarang tidak masalah. Semua fasilitas sudah siap digunakan apabila terjadi lonjakan sekalipun. Posko-posko yang ada sudah di-back-up polisi, Dishub, dan masyarakat.Adapun untuk kebutuhan pokok, Wali Kota juga menyatakan telah mencukupi. Kenaikan harga beras antara Rp 100 dan Rp 200/kg masih dalam batas kewajaran. Menurun Sementara itu, Kepala Stasiun Tawang Purwanto mengungkapkan, pemudik di stasiun itu lebih tertib karena sebagian besar dijemput mobil pribadi. Kondisi itu berbeda dari Stasiun Poncol, di mana di sana merupakan para penumpang kelas ekonomi. Menyinggung puncak arus mudik, diperkirakan terjadi pada Jumat (12/11). Adapun penjualan tiket kelas bisnis dan eksekutif setelah Lebaran, telah habis sampai tanggal 20 dan 21 November. "Khusus tiket kelas bisnis dan eksekutif kenaikan harga tiket antara 20% dan 30%. Untuk kelas ekonomi tidak ada kenaikan tiket," tutur dia. Mengenai angkutan kereta api, Sukawi Sutarip mengimbau manajemen PT Kereta Api mengutamakan kualitas pelayanan. Kecenderungannya sekarang, kualitas pelayanan mulai menurun. Misalnya kebersihan di dalam gerbong dan pelayanan di kelas eksekutif perlu ditingkatkan. Dia mencontohkan soal ketersediaan bantal dan selimut. Sering kali petugas sudah meminta bantal dan selimut lebih dahulu, padahal kereta belum sampai ke stasiun tujuan. Adapun di Pelabuhan Tanjung Mas, salah seorang petugas Posko Mudik Bagasto mengatakan, sampai kemarin belum ada kenaikan kedatangan pemudik di pelabuhan. Seandainya terjadi lonjakan pemudik, telah disiapkan 150 angkutan umum oleh Organda. "Kami juga mengimbau kepada para penumpang yang turun agar tidak menginap di pelabuhan." Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, telah disiapkan 2.200 shift oleh sejumlah maskapai penerbangan. "Kalau perlu akan ada penerbangan ekstra. Mandala sudah menyiapkan Semarang-Jakarta ," kata Nyoman Sukarja, Divisi Teknis PT Perum Angkasa Pura I Cabang Ahmad Yani. (G17-84s) |