logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 09 Nopember 2004 SEMARANG
Line

Masjid Agung pun Bersanding Sang Pamomong

SESEKALI Fina (25) yang tengah asyik menekuni bingkai pamer perangko prisma di tiang pancang, membuang pandangan ke samping kanan pintu masuk Kantor Pos Pusat Jalan Pemuda. Raut wajahnya mengesankan penasaran. Tetapi meski hampir sepuluh menit gelisah, dia tak juga beranjak dari tempatnya berdiri. Baru saat seorang teman menyodorkan sehelai kartu pos berpotret masjid, gadis berambut sebahu itu menyambutnya dengan gerak tubuh menuju etalase kecil di pusat ruang.

"Selembar berapa?" tanya dia pelan pada temannya. Gadis di sampingnya mengatakan satuan rupiah tertentu sambil menunjuk satu kartu dengan potret Masjid Agung Jawa Tengah. Keduanya tampak asyik berdiskusi sembari mengamati tiap helai kartu yang terserak di etalase gerai kartu lebaran.

Kartu-kartu itu menonjolkan kekuatan potret bangunan, kebanyakan masjid. Kesan religius tak sekadar ditawarkan dengan gambar dan dua kalimat lazim 'Selamat Idul Fitri' dan 'Mohon Maaf Lahir Batin', tapi juga dari kesan warna. "Masjid Agungnya seperti bangunan di Roma ya," cetus Fani, salah seorang tamu undangan.

Di tiap kartu, dua larik kalimat yang lazim terdengar tiap kali Wulan Syawal tiba itu tergores tegas di punggung kartu dengan latar siluet Masjid Agung Demak. Di sebaliknya, siluet masjid karya Walisongo itu terwujud dalam potret berwarna dengan hias logo PT Pos Indonesia (persero) di kanan atas.

Sementara itu, di sudut lain gedung, kartu yang diamati sejumlah pengunjung kantor pos yang kemarin membludak itu tengah diluncurkan. Kartu itu memang edisi khusus yang dicetak PT Pos Indonesia (Persero) berkerja sama dengan Suara Merdeka Group. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Kepala Kantor Pos Semarang Dudi Hendra Fachrudin dan Asisten Direktur Suara Merdeka Adi Ekopriyono, disaksikan Manajer Pengembang Usaha Wilayah Pos VI Jateng-DIJ Moh Hasim.

Ada sejumlah gambar 'masjid agung' lain di sisi depan kartu, sebut saja Masjid Baiturrahman Semarang, Masjid Agung Jawa Tengah, bahkan gedung bekas kantor PT KA Lawang Sewu. Tak sekadar potret, ada lembar buntut pada kartu yang berisi kuis kecil dan kotak tempat logo Sang Pamomong dilekatkan.

Tiap kartu yang dijual Rp 2.000/lembar itu berhadiah 7 sepeda motor, 14 televisi dan puluhan hadiah hiburan. Logo bergambar Semar dapat dipotong di Koran Suara Merdeka yang akan dimuat pada tanggal-tanggal tertentu. Untuk mengikuti undian kartu dapat dikirim tanpa perangko ke PO BOX 5000 Semarang 50001.

Pengiriman kuis mulai 8 November-8 Desember 2004, dan akan diundi 15 Desember mendatang. (Renjani Ps-64)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA